Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pemerintah akan Gunakan Teknologi SMR untuk PLTN

SABTU, 21 JUNI 2025 | 08:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan teknologi asal China atau Rusia, dalam upaya untuk mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Tanah Air.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, pembangunan PLTN itu merupakan bagian dari penambahan pembangkit listrik yang berasal dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Saat ini, pemerintah terus mempelajari teknologi yang akan digunakan untuk pembangunan PLTN yang rencananya menggunakan konsep small modular reactor (SMR).


Tinjauan pun dilakukan ke sejumlah negara untuk mempelajari SMR. Nyatanya, hanya China dan Rusia yang memiliki teknologi SMR.

"Jadi, untuk teknologi yang ditawarkan itu ada dari China atau dari Rusia," ujar Yuliot  di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat 20 Juni 2025. 

Selain mempertimbangkan kecocokan teknologi yang akan digunakan Indonesia, ia menambahkan, pembangunan PLTN juga harus mampu memenuhi syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 40 persen.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, termaktub target penambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 gigawatt (GW).

Dari target tersebut, pemerintah berencana membangun PLTN dengan kapasitas sebesar 500 megawatt (MW).

Sebesar 250 megawatt (MW) akan dibangun di Sumatera dan 250 MW sisanya akan dibangun di Kalimantan.

"Jadi, untuk 500 MW ini, kami akan mencoba untuk melihat apakah menggunakan teknologi SMR (small modular reactor/reaktor modular kecil) atau large scale," ujar Yuliot.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya