Berita

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini (tengah) pada acara Executive Media Gathering di Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025/Ist

Bisnis

Jajaran Direksi Baru Telkom Tancap Gas Perkuat Ekosistem Digital

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jajaran direksi baru PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mencanangkan program kerja 100 hari sebagai langkah awal kepemimpinan dalam memperkuat posisi Telkom sebagai penggerak ekosistem digital yang berdaya saing global. 

Program ini difokuskan pada percepatan transformasi menuju digital telco terdepan di Indonesia, pembentukan organisasi yang agile dan kolaboratif dengan tata kelola berstandar global, serta penguatan budaya service excellence guna memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Langkah ini sekaligus menjadi fondasi strategis dalam menjawab dinamika industri dan mendukung agenda digitalisasi nasional secara berkelanjutan.


“Kami menetapkan program 100 hari sebagai langkah awal untuk menata rencana kerja jangka panjang. Program ini kami mulai dengan mendengarkan masukan dari berbagai pihak, mulai dari stakeholder, mitra, hingga pelanggan. Dari berbagai diskusi tersebut, kami mendapatkan banyak insight berharga yang menjadi dasar penyusunan agenda transformasi ke depan,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini pada acara Executive Media Gathering di Jakarta, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 18 Juni 2025.

Ia memaparkan bahwa dalam dua minggu pertama masa kerja, jajaran direksi baru Telkom melakukan kurasi menyeluruh terhadap berbagai aspek perusahaan untuk mengidentifikasi apa saja yang telah berjalan baik dan perlu ditingkatkan. 

Hasilnya menunjukkan bahwa Telkom memiliki fondasi yang sangat kuat, mulai dari strategi perusahaan melalui inisiatif 5 Bold Moves, perangkat tata kelola, hingga pendekatan terhadap customer experience.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat eksekusi demi memastikan mesin perusahaan berjalan dengan tepat. Dalam pilar tata kelola, perusahaan akan memastikan penerapannya yang akuntabel, terukur, dan terintegrasi. Kami juga akan menjalankan strategi perusahaan yang decisive dan berorientasi pada hasil. Di sisi customer experience, berbagai upaya akan dilakukan untuk menciptakan harmonisasi dan orkestrasi layanan yang lebih baik, tidak hanya bagi pelanggan eksternal, tetapi juga di internal organisasi. Dengan begitu, Telkom yakin dapat menghadirkan layanan prima secara menyeluruh,” jelas Dian.

Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa penguatan tata kelola menjadi salah satu prioritas utama perusahaan. 

“Telkom berkomitmen untuk menjadikan tata kelola sebagai penggerak pertumbuhan TelkomGroup. Kami juga memastikan risiko di setiap lini bisnis dikelola sebagai enabler untuk mendukung eksekusi berkelanjutan. Komitmen ini akan dijalankan dengan konsistensi dan berintegritas,” ungkap Awal.

Sebagai upaya memperkuat posisi TelkomGroup dalam ekosistem digital, perusahaan terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya pada segmen B2C dan B2B, serta penguatan infrastruktur digital. Dalam membangun infrastruktur digital yang solid, tidak hanya untuk kebutuhan nasional tetapi juga regional, Telkom berkomitmen menyediakan konektivitas yang andal dan terintegrasi. 

Infrastruktur digital ini mencakup jaringan satelit di angkasa, fiber optic di daratan, serta kabel bawah laut (submarine cable) sebagai tulang punggung konektivitas.

Telkom terus membentuk ekosistem digital terintegrasi melalui pengembangan infrastruktur yang menyeluruh, seperti pembangunan kabel bawah laut sebagai perluasan jaringan. Langkah strategis ini dilakukan guna mewujudkan Indonesia sebagai digital hub dan membangun konektivitas global yang menghubungkan dunia ke Indonesia. 

Pengembangan ini tidak dapat dicapai tanpa kehadiran pusat data (data center) sebagai bagian tak terpisahkan dari infrastruktur digital. Untuk itu, Telkom membangun berbagai jenis data center mulai dari pengembangan Hyperscale Data Center (HDC), hingga enterprise dan micro data center di berbagai wilayah. Ekosistem ini dirancang untuk menangkap peluang pasar digital yang semakin berkembang, serta menjadi bagian dari penguatan Telkom sebagai infrastructure hub.

Selain fokus pada penguatan tata kelola dan eksekusi strategi, Telkom juga melakukan penguatan implementasi budaya perusahaan melalui Core Values AKHLAK dalam bentuk Digital Ways of Working untuk menjadikan Telkom tetap relevan dengan perubahan industri, sehingga dapat terus bertahan di dalam situasi bisnis yang sangat dinamis. 

Nilai-nilai yang diusung meliputi keberanian melakukan eksekusi hingga mencapai hasil terbaik (Bravery), berpegang teguh pada prinsip etika, nilai, norma dan peraturan yang berlaku (Integrity), komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik (Service excellence), serta kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, efektif, dan efisien (Agility).

Melalui berbagai inisiatif strategis yang dijalankan, Telkom menunjukkan komitmennya dalam mempercepat langkah transformasi, serta memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Dengan tata kelola yang solid, budaya perusahaan yang kuat, dan infrastruktur digital yang terintegrasi, Telkom optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri telekomunikasi dan digital di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing di kancah global.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya