Berita

Ilustrasi/Mobile Marketing

Bisnis

Iklan Global Diprediksi Raup Rp17 Ribu Triliun

RABU, 11 JUNI 2025 | 02:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pendapatan iklan global diprediksi mencapai 1,08 triliun dolar AS atau setara Rp17.575 triliun pada 2025. Angka tersebut naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski tumbuh, angka tersebut turun dari proyeksi WPP Media yang sebelumnya memprediksi pertumbuhan pendapatan iklan global sebesar 7,7 persen.

“Setelah tren keterbukaan ekonomi dan meluasnya peran perdagangan dalam pertumbuhan ekonomi selama dua abad terakhir, fenomena ketidakpastian perdagangan global dan deglobalisasi ekonomi merupakan perubahan yang signifikan,” tulis laporan tersebut dikutip dari Wall Street Journal, Selasa 10 Juni 2025.


Laporan itu juga menyoroti bahwa jika tren deglobalisasi terus berlanjut, pertumbuhan industri iklan global berpotensi mengalami perlambatan signifikan.

"Jika hal ini terus berlanjut, kami memperkirakan hal ini akan berdampak buruk pada pertumbuhan iklan global selama lima tahun ke depan," katanya.

Bahkan, proyeksi jangka panjang pun menunjukkan tren serupa. Untuk periode 2025-2030, WPP memperkirakan pertumbuhan pendapatan iklan global hanya akan mencapai 5,4 persen, makin menyusut dari estimasi sebelumnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pelaku industri periklanan disebut mulai menerapkan strategi wait and see. Meski tetap menjaga alokasi anggaran iklan, fleksibilitas dalam pembelian ruang iklan makin diperluas, termasuk opsi menggunakan kecerdasan buatan (AI) agar lebih efisien.

"Kami memperkirakan ketidakpastian ekonomi mempercepat eksperimen AI," katanya.



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya