Berita

Presiden Prabowo Subianto dalam satu kesempatan bersama pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka alias Babah Alun/Net

Politik

Tak Sulit bagi Prabowo Nego Babah Alun Tarik Kepemilikan Tol

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 13:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Prabowo Subianto diyakini dapat dengan mudah menarik kepemilikan ruas tol dalam kota Cawang-Pluit-Tj. Priok, dari Mohammad Jusuf Hamka atau juga dikenal populer dengan nama Babah Alun.

Pengamat Citra Institute, Efriza memandang, selain karena posisi Prabowo kini sebagai orang nomor 1 di Indonesia, kedekatan emosionalnya dengan Babah Alun dapat mempengaruhi lobi kepemilikan tol agar dikelola negara.

"Diyakini Presiden Prabowo tidak akan kesusahan melakukan pengambilalihan kepemilikan dari pihak swasta, hanya saja tergantung pada kemauan dan langkah konkrit melakukannya," tutur Efriza saat dihubungi Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, pada Jumat, 6 Juni 2025.


Menurutnya, apabila Presiden Prabowo punya komitmen kuat untuk mengambilalih kepemilikan jalan tol oleh swasta, maka akan membuka peluang untuk bernegosiasi termasuk terhadap ruas tol yang dikelola perusahaan Babah Alun. 

"Jusuf Hamka sendiri, meski pengusaha tetapi juga punya kedekatan dengan Presiden Prabowo. Juga tak bisa diabaikan Jusuf Hamka bidang usahanya fokus pada infrastruktur,"  ujarnya.

Kendati punya peluang besar, dosen ilmu pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP UNPAM) itu memandang, dalam kasus tata kelola jalan tol ini pemerintah harus seleraskan dulu semangat seluruh elemen di pemerintahan. 

Sebab dia mengamati, Pemerintahan Prabowo dalam pembangunan infrastruktur seperti tol dan bandara malah ingin melibatkan dan menggunakan jasa pihak swasta. 

"Artinya kedekatan untuk kebutuhan bisnis maupun harapan kebijakan yang menguntungkan dunia usaha dari pemerintah amat menjadi perhatian prioritasnya," kata Efriza.

"Sehingga pembicaraan untuk negosiasi ulang diyakini tidak akan sulit," demikian magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu menambahkan.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya