Berita

Ilustrasi/AI

Dunia

Populasi China Terus Merosot, Provinsi Sichuan Usulkan Cuti Hamil hingga 150 Hari

KAMIS, 05 JUNI 2025 | 16:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Provinsi Sichuan di barat daya China mengusulkan kebijakan baru terkait kesuburan warganya, yaitu cuti menikah hingga 25 hari dan cuti hamil hingga 150 hari.

Langkah ini dilakukan di tengah merosotnya angka kelahiran di China. Pemerintah pusat sedang berusaha keras agar warganya mau punya anak lebih banyak.

Dikutip dari Reuters, Kamis 5 Juni 2025, Komisi Kesehatan Sichuan sudah mengunggah rancangan kebijakan ini di situs resminya. Mereka membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberi pendapat dari 30 Mei sampai 30 Juni.


Kalau disetujui, cuti menikah akan diperpanjang dari 5 hari menjadi 25 hari - naik 400 persen. Sementara cuti melahirkan juga akan diperpanjang dari 60 hari menjadi 150 hari. Cuti untuk ayah juga akan ditambah, dari 20 hari menjadi 30 hari, supaya para suami bisa lebih membantu merawat istri dan anak setelah melahirkan.

Sichuan dikenal sebagai salah satu provinsi yang paling maju dan terbuka di China. Misalnya, sejak 2023, perempuan yang belum menikah boleh menjalani perawatan IVF (In Vitro Fertilization), yaitu proses bayi tabung. Bahkan, mereka juga mendapat hak yang sama seperti pasangan suami istri dalam mengakses layanan kesehatan untuk ibu dan anak.

Saat ini, Sichuan memiliki penduduk sekitar 84 juta jiwa, lebih banyak dari jumlah penduduk negara-negara seperti Jerman atau Inggris.

Secara keseluruhan, angka kelahiran di China terus menurun sejak puluhan tahun lalu. Salah satu penyebab utamanya adalah kebijakan satu anak yang berlaku dari 1980 sampai 2015, ditambah dengan gaya hidup modern di kota-kota besar.

Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk China terus menurun selama tiga tahun berturut-turut, termasuk di tahun 2024. Para ahli memperkirakan tren ini akan makin parah di tahun-tahun mendatang.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya