Berita

Presiden RI Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo Borong Sapi Kurban dari 573 Peternak Lokal

KAMIS, 05 JUNI 2025 | 12:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peternakan lokal dan memperkuat solidaritas sosial dengan memborong 985 sapi kurban dari peternak-peternak lokal di seluruh Indonesia.

Sebanyak 573 peternak sapi lokal diberdayakan dalam program pembelian hewan kurban tahun ini, yang kemudian disalurkan sebagai bantuan kemasyarakatan dari Presiden Prabowo kepada masyarakat di seluruh penjuru tanah air.

“Sapi-sapi ini diperoleh dari peternak-peternak lokal di seluruh daerah. Ada 573 peternak sapi lokal yang diberdayakan untuk dibeli sapinya melalui bantuan kemasyarakatan bapak presiden dan kemudian disalurkan kepada para penerima,” ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, dalam keterangannya kepada pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 5 Juni 2025.


Jenis sapi yang dibeli pun bervariasi, mencakup sapi limosin, simental, peranakan ongole, berahman, angus, dan sapi bali, yang semuanya telah dipastikan dalam kondisi sehat serta memenuhi syarat sah sebagai hewan kurban.

“Sapi-sapi yang oleh dinas kesehatan sudah diperiksa dan memiliki sertifikat atau surat keterangan kesehatan hewan,” jelas Juri. Ia menambahkan bahwa hewan-hewan tersebut juga telah memenuhi ketentuan syariat, seperti berumur lebih dari dua tahun dan tidak cacat.

Salah satu sapi terberat bahkan mencapai bobot 1,3 ton, yang berasal dari Jawa Barat serta Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

Penyaluran sapi kurban dilakukan melalui dua skema utama. Skema pertama, melalui pemerintah daerah, disalurkan ke masjid atau tempat ibadah yang telah ditunjuk oleh kepala daerah. 

Setiap provinsi dari total 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota menerima satu ekor sapi, kecuali 55 kabupaten/kota yang menerima dua ekor.

“Kenapa? Karena sapi yang diserahkan dari Bapak Presiden itu beratnya antara 800 sampai 1,3 ton. Ada 55 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot tersebut, sehingga harus diberikan dua sapi,” ungkap Juri.

Melalui skema ini, total 607 ekor sapi telah disalurkan ke daerah-daerah.

Skema kedua adalah penyaluran langsung kepada tokoh masyarakat, pondok pesantren, dan kelompok masyarakat tertentu yang dianggap layak menerima bantuan oleh Presiden Prabowo. Jumlah sapi yang disalurkan lewat skema ini mencapai 378 ekor.

“Selain yang diberikan melalui pemerintah daerah, Bapak Presiden juga menyerahkan bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban kepada tokoh-tokoh, pondok-pondok pesantren, dan kelompok-kelompok masyarakat,” tambah Juri.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya