Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala/Ist

Global

Temui Dirjen WTO di Paris, Menko Airlangga Tegaskan Pentingnya Multilateralisme yang Adil

SELASA, 03 JUNI 2025 | 19:43 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Komitmen Indonesia terhadap sistem perdagangan multilateral ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala di Paris, Selasa pagi 3 Juni 2025 waktu setempat.

Pertemuan bilateral ini digelar di sela-sela hari pertama Pertemuan Dewan OECD Tingkat Menteri (PTM OECD) Tahun 2025, yang dihadiri para pemimpin ekonomi dari berbagai negara.

“WTO memiliki peran penting dan tak tergantikan dalam mempromosikan dan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis pada peraturan," kata Airlangga dalam pertemuan tersebut.


"Untuk itu, Indonesia berharap WTO dapat terus melanjutkan dukungannya pada negara-negara berkembang untuk meningkatkan kapasitas perdagangannya agar mampu berpartisipasi dalam sistem perdagangan global yang lebih inklusif,” sambungnya.

Selain menegaskan komitmen Indonesia, Airlangga juga menyampaikan pentingnya penyelesaian berbagai agenda nasional yang saat ini menjadi perhatian WTO, seperti isu pertanian, perikanan, hingga perdagangan berbasis sistem elektronik.

Sebagai satu-satunya lembaga internasional yang mengatur perjanjian dagang dengan mekanisme penyelesaian sengketa, WTO saat ini memiliki 166 anggota, yang sebagian besar adalah negara berkembang. Indonesia sendiri telah menjadi anggota sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1994 tentang Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia.

Keikutsertaan Indonesia selama ini disebut telah membawa sejumlah manfaat konkret, termasuk pemanfaatan prinsip National Treatment, Most Favoured Nations (MFN), Special and Differential Treatment (SDT), serta berbagai program peningkatan kapasitas perdagangan.

Selain pertemuan bilateral pagi tadi, Menko Airlangga dijadwalkan kembali bertemu Direktur Jenderal WTO dalam forum informal para menteri WTO yang digelar pada petang hari. Pertemuan ini akan difokuskan pada agenda reformasi organisasi perdagangan dunia tersebut.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam lawatan ini antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian, Wakil Tetap RI di Jenewa, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya