Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/RMOL

Politik

Menkes Lapor Sudah 7,8 Juta Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

SELASA, 03 JUNI 2025 | 19:40 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa program cek kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah telah menjangkau jutaan masyarakat Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Budi usai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Budi menjelaskan bahwa hingga Senin, 2 Juni 2025, Kementerian Kesehatan mencatat telah ada 7,8 warga yang memperoleh manfaat dari program cek kesehatan gratis.


“Saya sampaikan per kemarin sudah 7,8 juta rakyat Indonesia yang dapat cek kesehatan gratis,” ujar Menkes Budi kepada wartawan.

Menurutnya, program ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Saat ini, jumlah peserta yang mengikuti program tersebut mencapai sekitar 200 ribu orang per hari. 

“Jadi per bulan itu antara 5 jutaan lah orang yang cek kesehatan gratis,” jelasnya.

Tak berhenti sampai di situ, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan perluasan layanan kesehatan gratis ke sektor pendidikan. 

"Bulan depan direncanakan mulai juga yang cek kesehatan gratis di sekolah. Target kita 50 juta warga negara Indonesia, rakyat Indonesia kalau bisa sudah melakukan cek kesehatan gratis," tambahnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menanyakan perihal masalah kesehatan utama yang ditemukan dari hasil program ini. 

Menkes menjelaskan bahwa tiap kelompok usia menghadapi tantangan kesehatan yang berbeda. Misalnya pada bayi kasus yang paling banyak ialah cacat jantung bawaan. 

"Kalau balita itu masalah gigi ternyata yang tinggi. Kalau dewasa itu masalahnya darah tinggi dan diabetes. Lansia juga darah tinggi dan diabetes," kata Budi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya