Berita

Bupati Temanggung, Agus Setyawan/Pemprov Jateng

Bisnis

Penyeragaman Bungkus Rokok Sudah Tepat Dibatalkan

SELASA, 03 JUNI 2025 | 19:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sikap tegas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang tidak merealisasikan wacana penyeragaman bungkus rokok disambut positif.

Menurut Bupati Temanggung, Agus Setyawan, penyeragaman kemasan rokok bisa berdampak negatif kepada kesejahteraan petani tembakau dan buruh di daerah penghasil tembakau seperti Temanggung.

“Regulasi dari luar negeri tidak bisa langsung diterapkan di Indonesia karena memiliki kondisi sosial dan ekonomi berbeda,” ujar Agus dikutip pada Selasa, 3 Juni 2025.


Ia berpandangan, penyeragaman bungkus bisa memperbanyak peredaran rokok ilegal. Ditambah dengan kenaikan tarif cukai yang telah menurunkan penjualan rokok legal di pabrikan golongan satu dan dua yang selama ini menyerap sebagian besar tembakau rakyat.

“Kami sepakat kesehatan penting, tapi kebijakan harus adil. Petani dan buruh paling terdampak jika terlalu menekan,” lanjutnya.

Selama tiga tahun berturut-turut, perputaran ekonomi di Temanggung yang banyak menghasilkan tembakau menurun drastis. Penurunan daya beli pabrikan juga membuat hasil panen petani tak terserap maksimal.

Padahal, Pemkab Temanggung telah menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk peningkatan kualitas tembakau. Namun, Agus menilai hal ini belum cukup. Ia mendesak pemerintah pusat agar mempertimbangkan subsidi terhadap tanaman unggulan daerah seperti tembakau, kopi, dan cabai.

Sebelumnya Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Reza mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Kesehatan terkait wacana penyeragaman bungkus rokok. Dalam komunikasi tersebut, wacana penyeragaman bungkus rokok sangat terbuka untuk dibatalkan.

"Wakil Menteri Kesehatan terbuka, termasuk penyeragaman bungkus rokok itu tidak akan terjadi," ungkap Faisol pada 8 Mei 2025 lalu.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya