Berita

Gubernur Sumsel, Herman Deru/RMOLSumsel

Politik

Warganya Minta Bantuan KDM Urus Anak Kecanduan Narkoba, Begini Respons Gubernur Sumsel

SABTU, 31 MEI 2025 | 01:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menanggapi soal video viral sepasang suami istri asal Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang datang jauh-jauh ke rumah dinas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Pakuan, untuk meminta bantuan menangani anak mereka yang diduga kecanduan narkoba jenis sabu.

Dalam video yang tersebar di media sosial, sang ayah berinisial BH terlihat mengungkapkan keputusasaannya. Ia meminta agar anaknya yang duduk di Kelas X di salah satu sekolah di Kayuagung bisa dimasukan ke barak militer sebagai bentuk pendisiplinan karena sudah tak sanggup mengontrol perilaku sang anak.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengaku memahami keresahan keluarga tersebut, namun menekankan bahwa Sumsel memiliki jalur resmi dan fasilitas rehabilitasi yang dapat dimanfaatkan warganya.


"Iya, tujuannya orang tua itu baik karena sudah tidak bisa meng-handle lagi anaknya. Tapi perlu saya tegaskan, ini bukan soal tidak mampu. Dalam keluarganya ada yang PNS, ada juga yang TNI," kata Deru, dikutip RMOLSumsel, Jumat 30 Mei 2025.

Menurut Deru, tindakan orang tua tersebut kemungkinan dilatari keputusasaan dan keinginan untuk segera mencari solusi alternatif. Namun ia menekankan, pemerintah daerah memiliki prosedur dan lembaga resmi yang bisa diakses dalam kasus serupa.

"Kalau ada orang tua yang tidak bisa mengatasi anaknya, terutama dalam urusan narkoba, bisa lapor ke kita. Misalnya bisa dibawa ke RS Ernaldi Bahar dengan surat rekomendasi dari BNN," ujarnya.

RS Ernaldi Bahar di Palembang merupakan salah satu rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat rehabilitasi penyalahguna narkoba di Sumsel. Selain itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) daerah juga memiliki program konseling dan rehabilitasi yang bisa diakses tanpa harus pergi ke luar provinsi.

Deru juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan pemerintah yang telah tersedia. Ia menekankan bahwa peran serta keluarga dan lingkungan sangat penting dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

"Kami terbuka. Ada Dinas Sosial, ada BNN, ada rumah sakit yang siap membantu. Jangan ragu untuk datang dan konsultasi. Kita siap dampingi dan carikan solusinya," tegasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya