Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Kontrak Berjangka AS Naik Melonjak Setelah Trump Tunda Tarif UE

SELASA, 27 MEI 2025 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada perdagangan Senin malam, 26 Mei 2025 waktu AS. 

Lonjakan terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan selama liburan akhir pekan bahwa ia akan menunda penerapan tarif 50 persen untuk barang-barang Uni Eropa, dan memperpanjang batas waktu hingga 9 Juli.

Keputusan tersebut menyusul minggu yang bergejolak bagi pasar keuangan, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran atas prospek fiskal AS dan ketidakpastian perdagangan yang terus-menerus. 


Dikutip dari CNBC, Selasa 27 Mei 2025, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik 407 poin atau 1 persen. Kontrak berjangka S&P 500 naik 1,1 persen. Kontrak berjangka Nasdaq 100 juga melambung 1,3 persen.

Minggu lalu, Dow turun 2,47 persen, S&P 500 turun 2,61 persen, dan Nasdaq Composite turun 2,47 persen.

Saham Apple sangat terpukul, anjlok 7,57 persen setelah Trump memperingatkan bahwa iPhone yang dijual di AS harus diproduksi di dalam negeri atau menghadapi tarif minimum 25 persen.

Pasar saham AS atau Wall Street tutup karena memperingati Hari Pahlawan.

Saat ini, investor akan mencermati data ekonomi tentang barang tahan lama, perumahan, dan kepercayaan konsumen, yang akan dirilis pada Selasa waktu AS.

Mereka juga akan memantau komentar dari Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari dan Presiden Fed New York John Williams.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya