Berita

Trent Alexander-Arnold tak kuasa menahan tangis usai melakoni laga pamungkasnya bersama Liverpool/Net

Sepak Bola

Lakoni Laga Perpisahan bersama Liverpool, Trent Tak Kuasa Menahan Air Mata

SENIN, 26 MEI 2025 | 13:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seiring dengan selesainya kompetisi Premier League musim ini, berakhir juga perjalanan karier Trent Alexander-Arnold bersama Liverpool. Air mata pun tak kuasa ditahan Trent usai menjalani laga pamungkasnya bersama The Reds saat menjamu Crystal Palace di Stadion Anfield, Minggu malam WIB, 25 Mei 2025.

Tak lama setelah pengalungan medali dan penyerah trofi juara Premier League Inggris, para pemain melakukan victory lap menemui ribuan suporter. Saat itulah Trent tak kuasa membendung air matanya.

Dia menangis karena harus berpisah dengan klub yang sudah diperkuatnya selama 20 tahun terakhir. Bahkan sejak ia masih menimba ilmu di akademi. Beberapa kali Trent terlihat menundukkan kepalanya dan harus dipeluk anggota keluarga yang menemaninya di lapangan. 


Terlebih, ribuan suporter The Reds memberikan sambutan meriah kepada Trent. Ia merasa tersanjung dengan sambutan meriah fans, setelah sempat jadi "musuh bersama" tiga pekan lalu karena mengumumkan kepergiannya.

"Saya tidak menyangka sambutannya seperti ini. Memang saya tidak berharap apapun. Saya ingin bermain sekali lagi untuk klub ini di Anfield, setelah apa yang terjadi beberapa pekan lalu. Saya bilang itu kepada manajer dan dia mempercayai saya untuk main di babak kedua dan mendapatkan sambutan yang bernilai lebih dari apapun untuk saya," ujar Trent, dikutip dari Sky Sports, Senin, 26 Mei 2025.

Dari 354 laga yang dilakoni bersama Liverpool, mencetak  27 gol dan 93 assist, pertandingan penutup ini memberi kesan terdalam bagi bek kanan berumur 26 tahun ini. Trent tidak pernah merasa lebih dicintai dan dijaga seperti dalam pertandingan ini. 

"Dari lubuk hati terdalam, saya harap fans serta suporter klub ini bisa menghargai kerja keras dan juga pengorbanan saya untuk tim ini. Karena saya selalu memikirkan tim setiap hari, menit, dan detik," tuturnya. Dari masih berumur 6 tahun sampai 26 tahun, 20 tahun. Itu waktu yang sangat lama, tapi saya begitu menikmati setiap menitnya. Melalui banyak ujian, lulus dari akademi, bisa bermain di tim utama, lalu menjadi pemain inti. "

"Saya merasa terhormat dan tersanjung bisa jadi bagian klub ini," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya