Berita

Ilustrasi/Net

Global

Arab Saudi Longgarkan Larangan Alkohol Jelang Piala Dunia 2034

SENIN, 26 MEI 2025 | 11:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Arab Saudi mengumumkan pelonggaran larangan alkohol yang telah berlaku selama puluhan tahun, sebagai bagian dari upaya ambisius untuk menarik wisatawan internasional menjelang penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2034 dan Expo 2030. 

Keputusan ini akan mulai diterapkan pada tahun 2026 di 600 lokasi wisata yang ditunjuk secara khusus, sebagaimana dikutip dari laporan The U.S. Sun pada Senin, 26 Mei 2025.

Kebijakan baru ini memungkinkan wisatawan asing untuk membeli minuman beralkohol seperti anggur, bir, dan sari buah apel di tempat-tempat berlisensi, termasuk hotel-hotel mewah, resor eksklusif, dan komunitas ekspatriat. 


Namun, penjualan alkohol di tempat umum, rumah pribadi, gerai ritel, dan zona penggemar tetap dilarang. Minuman dengan kadar alkohol lebih dari 20 persen juga tetap termasuk dalam kategori terlarang.

Langkah ini merupakan bagian dari program reformasi sosial-ekonomi Visi 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohammad bin Salman, dengan tujuan menjadikan Kerajaan sebagai destinasi wisata global yang kompetitif, serupa dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

“Tujuannya adalah untuk menyambut dunia tanpa kehilangan identitas budaya, memposisikan Arab Saudi sebagai pemain yang progresif, namun terhormat di peta pariwisata global,” demikian pernyataan resmi dari seorang pejabat pemerintah.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, proyek-proyek besar seperti kota futuristik Neom, Pulau Sindalah, dan Proyek Laut Merah akan menjadi lokasi pertama untuk penerapan kebijakan alkohol terbatas. Pemerintah berharap langkah ini akan menarik investasi asing dan memperluas daya tarik internasional Kerajaan.

Namun, pengumuman ini juga menimbulkan kontras mencolok dengan pernyataan sebelumnya dari Duta Besar Saudi untuk Inggris, Pangeran Khalid bin Bandar Al Saud, yang pada awal tahun ini menegaskan bahwa tidak akan ada alkohol selama Piala Dunia.

“Tidak ada alkohol sama sekali, seperti cuaca di sini, negara ini kering. Kami senang mengakomodasi orang-orang dalam batasan budaya kami, tetapi kami tidak ingin mengubah budaya kami demi orang lain," ujar Pangeran Khalid saat itu.

Komentar tersebut sempat menuai frustrasi dari penggemar sepak bola internasional. Salah satu pengguna media sosial, Tim Bailey, menulis, “Negara mereka, aturan mereka. Tetapi, mengapa ada orang yang mau pergi ke sana?” 

Komentar lain menyindir, “Aneh… mereka selalu ingin orang lain mengubah budaya mereka demi mereka.”

Untuk menanggapi kritik tersebut, kebijakan baru dirancang agar tetap menghormati nilai-nilai Islam yang dipegang teguh di Kerajaan. Semua tempat berlisensi akan mengikuti pedoman operasional yang ketat guna menjamin konsumsi yang bertanggung jawab.

Kerajaan menegaskan bahwa inisiatif ini bukanlah bentuk liberalisasi penuh, melainkan “kebijakan yang diatur dengan cermat” untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki persepsi global terhadap Arab Saudi.

Arab Saudi juga menegaskan bahwa kerangka hukum yang ketat tetap berlaku. Produksi, impor, atau konsumsi alkohol di luar wilayah dan pedoman yang diatur akan tetap dianggap ilegal, dengan ancaman hukuman berupa denda besar, penjara, hingga deportasi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya