Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Dolar AS Rebound Setelah Trump Beri Kelonggaran Waktu untuk UE

SENIN, 26 MEI 2025 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Presiden Donald Trump menetapkan batas waktu 9 Juli untuk kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa (UE). 

Di samping Dolar, ada Euro yang juga sama-sama menguat terhadap mata uang safe haven, seperti Yen dan Franc Swiss.

Dikutip dari Reuters, Dolar AS menguat 0,4 persen pada perdagangan Senin 26 Mei 2025 menjadi 143,085 Yen, setelah merosot 1 persen pada sesi Jumat lalu.


Euro juga menguat 0,3 persen menjadi 162,60 Yen, dan naik 0,2 persen terhadap Dolar AS.menjadi 1,1382 Dolar AS. 

Trump mengumumkan pelonggaran batas waktu untuk UE pada Minggu 25 Mei 2025 waktu setempat, setelah menelepon Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang meminta lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan. 

Mata uang Dolar Australia bergerak ke level tertinggi, diperdagangkan di level 0,6505 Dolar AS 

Poundsterling juga stabil di 1,3535 Dolar AS. 

Meskipun melonggarkan batas waktu untuk UE, Trump tetap pada pendiriannya untuk mengenakan bea masuk sebesar 25 persen untuk iPhone yang tidak dibuat di AS. 

Namun begitu, Trump mengatakan bahwa RUU belanja dan pemotongan pajak yang diusulkannya akan membawa perubahan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya