Berita

Adi Prayitno/Ist

Politik

27 Tahun Reformasi, Demokrasi Indonesia Masih Compang-camping

KAMIS, 22 MEI 2025 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah 27 tahun reformasi, demokrasi Indonesia menunjukkan kemajuan, terutama dalam memberi rakyat hak memilih pemimpinnya secara langsung. 

Namun, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyoroti masih banyak persoalan mendasar dalam praktik demokrasi di Tanah Air.

“Di satu sisi demokrasi kita pasca reformasi memang berkembang pesat tapi secara bersamaan kita tidak bisa menutup mata praktik demokrasi kita masih banyak yang cukup compang-camping," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Kamis 22 Mei 2025.


Ia menekankan bahwa idealnya pemimpin dipilih berdasarkan kapasitas dan rekam jejak, bukan sekadar kemampuan logistik atau finansial untuk memenangkan kontestasi.

"Harus diakui kalau kita bicara demokrasi substantif banyak koreksi di mana-mana misalnya politik kita yang sangat kental dengan politik transaksional," jelasnya.

Adi juga menyoroti mahalnya ongkos politik dan masih kuatnya praktik politik kekerabatan di Indonesia. Ia menilai politik keluarga bukanlah hal yang tabu, tetapi menjadi masalah ketika tidak melalui proses kaderisasi dari bawah.

“Politik kekerabatan itu bukan sesuatu yang aneh dan bahkan bukan sesuatu yang haram, yang paling penting adalah di mana keluarga politik itu melakukan satu proses regenerasi dan melakukan proses politik dari bawah,” tegasnya.

Analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengingatkan, jangan sampai semangat reformasi yang menuntut bersihnya pemerintahan dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) justru tidak tercapai.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya