Berita

Emas/RMOL

Bisnis

Geopolitik memanas, Harga Emas Melesat

KAMIS, 22 MEI 2025 | 07:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas menguat, mencapai titik tertinggi dalam satu minggu karena meningkatnya permintaan safe haven. 

Penguatan ini juga terjadi saat Dolar tertekan dan memanasnya geopolitik. 

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) melorot 0,6 persen terhadap sejumlah rival utamanya, membuat emas yang dibanderol dalam greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lain.


Saat ini, investor mencermati perdebatan mengenai RUU pemotongan pajak yang diusukan Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald, yang memicu kekhawatiran bahwa utang negara itu akan semakin membengkak. 

Di saat bersamaan, Israel tengah bersiap untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, bahkan saat pemerintahan Trump sedang berunding dengan Teheran mengenai program pengayaan uraniumnya. Sementara, Rusia dan Ukraina belum mau sepakat tentang perdamaian. 

Bukan hanya mas, harga logam lainnya juga ikut menguat. 

Dikutip dari Reuters, berikut pergerakan Harga logam dunia dalam penutupan perdagangan Rabu 21 Mei 2025 atau Kamis dini hari WIB. 

- Emas spot naik 0,7 persen menjadi 3.312,77 Dolar AS per ons 
- Emas berjangka AS menguat 0,9 persen menjadi 3.313,50 Dolar AS
- Perak menguat 0,8 persen menjadi 33,32 Dolar AS per ons
- Platinum naik 1,4 persen menjadi 1.068,16 Dolar AS 
- Paladium menguat 0,8 persen menjadi 1.021,40 Dolar AS

Emas dikenal sebagai investasi yang aman di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik. Bulan lalu, harga emas mencapai rekor tertinggi 3.500,05 Dolar AS. 

Sejumlah analis mengatakan, penurunan harga emas beberapa waktu lalu telah merangsang investment buying, karena ketidakpastian ekonomi makro dan geopolitik masih membayangi. 

Prospek ekonomi Amerika tetap lemah meski perang dagang AS-China mereda sementara.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya