Berita

Ilustrasi driver ojek online/RMOL

Bisnis

Driver Ancam Demo, Empat Aplikator Ojol Bantah Langgar Aturan Kemenhub

SENIN, 19 MEI 2025 | 20:28 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Empat perusahaan penyedia layanan transportasi online GoTo, Grab, Maxim, dan inDrive kompak membantah tudingan yang menyebut mereka menerapkan potongan aplikasi melewati 20 persen dari pendapatan mitra pengemudi alias driver ojek online (ojol).

Bantahan ini disampaikan jelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang rencananya digelar oleh 25 ribu pengemudi ojol pada Selasa besok, 20 Mei 2025. Aksi itu digalang sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemotongan yang dianggap melampaui batas aturan pemerintah.

Direktur PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Catherine Hindra Sutjahyo menegaskan, pembagian pendapatan antara aplikator dan mitra pengemudi tetap mengacu pada regulasi yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1001 Tahun 2022.


"Mitra mendapatkan 80 persen dan aplikator mendapatkan 20 persen. Ini enggak bisa berubah, kembali lagi kita benar-benar mengacu kepada peraturan Kementerian Perhubungan," kata Catherine di Jakarta, Senin 19 Mei 2025.

Hal senada dilontarkan Grab Indonesia. Director of 2-Wheels & Logistics Grab Indonesia, Tyas Widyastuti, menyebut bahwa anggapan soal potongan berlebihan seringkali berasal dari salah kaprah dalam memahami struktur biaya.

Menurut Tyas, biaya layanan aplikasi sering dihitung sebagai pendapatan pengemudi yang dipotong. Padahal, biaya tersebut dikenakan perusahaan langsung ke pengguna. Meski demikian ia mengakui porsi tersebut terlihat lebih besar, namun kebijakan tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan yang mengatur pembagian 80-20 pada biaya perjalanan.

"Kami sampaikan juga bahwa komisi 20 persen ini hanya berlaku sesuai dengan peraturan, hanya berlaku untuk tarif dasar perjalanannya saja," jelasnya.

Sementara Maxim Indonesia melalui Government Relations Specialist, Muhammad Rafi Assagaf, juga menampik tuduhan sepihak. Ia menjelaskan bahwa potongan 20 persen itu digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan sistem perusahaan.

"Hemat saya (kalau dipaksa turun) 10 persen ini cukup akan berdampak besar bagi ekosistem transportasi online karena akan sulit untuk bisa nanti berinovasi, kemudian untuk bisa fleksibilitas dalam usaha," ujar Rafi.

Kemudian inDrive juga mengklaim sudah sejak awal menetapkan potongan lebih rendah dari para kompetitor. Business Development Representative inDrive, Ryan Rwanda, menjelaskan bahwa potongan untuk pengemudi motor hanya 9,99 persen dan untuk mobil sebesar 11,7 persen.

"(Potongan) kita di 11,7 persen untuk mobil dan 9,99 persen untuk motor. Dan ini potongan tertinggi kita di seluruh dunia itu di Jakarta. Kalau di kota lain biasanya di sekitar 9-7 persen. Kenapa seperti itu? Karena kita punya tim yang sangat ramping di Indonesia dan di seluruh region yang kita bekerja di seluruh Indonesia. Kita tidak spend expensive advertisement," tuturnya.

Adapun aksi demonstrasi oleh para pengemudi ojol yang tergabung dalam Garda Indonesia akan dilakukan serentak besok, Selasa 20 Mei 2025. Mereka mengancam akan mematikan seluruh layanan aplikasi transportasi daring roda dua maupun roda empat.

Garda Indonesia menuding aplikator melanggar regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah dengan menarik biaya layanan di atas batas maksimal 20 persen yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Pelajar Islam Indonesia Kutuk Trump dan Netanyahu

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Prabowo Tunjukkan Soliditas Elite Lewat Pertemuan dengan Mantan Presiden

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:08

Bupati Pekalongan Dikabarkan Telah Jadi Tersangka Dugaan Benturan Kepentingan PBJ

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:45

Masihkah Indonesia Konsisten dengan Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:43

KPK Buka Peluang Periksa BPN Depok soal Suap Lahan PT KD

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:38

Irak Ikut Pangkas Produksi, Harga Minyak Makin Naik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:21

Pertemuan Elite jadi Cara Prabowo Redam Polarisasi Politik

Rabu, 04 Maret 2026 | 09:15

Bursa Asia Anjlok, Kospi Jatuh Paling Dalam

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:51

Harga Emas Dunia Terkoreksi Gara-gara Dolar AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:41

Menaker Tetapkan Tenggat BHR Ojol 2026: Paling Lambat H-7 Lebaran

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:26

Selengkapnya