Berita

Wakil Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rizal Fadillah/Istimewa

Hukum

Rizal Fadillah Dicecar 70 Pertanyaan Selama 13 Jam Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

KAMIS, 15 MEI 2025 | 01:35 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Setelah 13 jam, Wakil Ketua Umum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Rizal Fadillah, selesai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Mei 2025 tengah malam.

Pemeriksaan ini terkait laporan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), soal tudingan ijazah palsu.

"Ditanya sampai jam 11.30 malam atau 23.30 WIB, kurang lebih dari jam 10.30, 13 jam, 70 pertanyaan. Ya kita bisa jawab semua walaupun bagaimana hasil penilaian mereka (Polisi)," kata Rizal kepada RMOL melalui sambungan telepon, Rabu malam 14 Mei 2025.


Dalam pemeriksaan itu, Rizal mengaku dirinya dimintai keterangan soal urgensi TPUA mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.

"Dalam pertanyaan tadi soal legal standing TPUA, apa kepentingannya mengadukan, gitu kan, ke Bareskrim? Ya kita sebagai peran serta masyarakatlah, masyarakat kan berhak ikut dalam penegakan hukum," paparnya.

Itu sebabnya, Rizal teguh dalam prinsip untuk mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.

"Yang kita cari itu kebenaran materil, apakah ijazah itu asli atau palsu? Jadi TPUA melakukan upaya ke Pengadilan Negeri, ke Bareskrim, semua itu dalam rangka mencari dulu kebenaran materilnya," tutur Rizal.

Lebih lanjut, Rizal mengaku belum mengetahui apakah akan ada lagi pemeriksaan lanjutan atau tidak.

Sebelumnya, Jokowi didampingi kuasa hukum Yakup Hasibuan melaporkan beberapa pihak atas tuduhan pencemaran nama baik dan atau fitnah menggunakan media elektronik terkait tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 30 April 2025. 

Atas pelaporan tersebut, terbit Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Ldik/2961/IV/RS. 1.14/2025 Ditreskrimum/Polda Metro Jaya pada hari yang sama.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya