Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

China Kasih Diskon Besar iPhone 16, Harga Dipotong hingga Rp5,8 Juta

RABU, 14 MEI 2025 | 16:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Beberapa platform belanja daring di China memberikan diskon besar untuk iPhone 16 terbaru dari Apple, dengan potongan harga hingga 2.530 Yuan (sekitar Rp5,8 juta).

Dikutip dari Reuters, Rabu 14 Mei 2025, JD.com misalnya, menjual iPhone 16 Pro versi 128GB seharga 5.469 Yuan (Rp12,5 juta) atau turun 2.530 Yuan (Rp5,7 juta) dari harga resmi Apple yang sebesar 7.999 Yuan (Rp18,3 juta).

Sementara itu, iPhone 16 versi 256GB dijual seharga 5.469 Yuan, atau lebih murah 1.530 Yuan dari harga resminya 6.999 Yuan. Harga ini sudah termasuk subsidi dari pemerintah China.


Platform belanja lainnya seperti Alibaba juga menawarkan diskon serupa. iPhone 16 Pro 128GB dijual seharga 5.499 Yuan, setelah penerapan kupon dan subsidi pemerintah, dengan potongan harga 2.500 Yuan dari harga resmi Apple.

Menurut analis senior IDC, Will Wong, Apple memang sering menurunkan harga produknya saat festival belanja “618” untuk meningkatkan penjualan. 

"Apple menggunakan strategi promosi yang sama seperti tahun lalu," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemotongan harga dilakukan agar iPhone 16 Pro bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah China untuk produk digital.

Diskon seperti ini merupakan bagian dari strategi penetapan harga Apple di China, baik melalui promosi langsung dari Apple maupun potongan harga dari platform e-commerce dan toko resmi.

Januari lalu, Apple bahkan memberikan diskon langka hingga 500 Yuan di situs resminya. Sebelumnya, platform belanja online di China juga pernah menawarkan promo serupa.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya