Berita

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Iqbal Mochtar (tangkapan layar/RMOL)

Politik

IDI Minta Menkes Dicopot Gegara Bikin Kolegium Tandingan

SELASA, 13 MEI 2025 | 19:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemindahtugasan secara mendadak Dr Piprim Basarah Yanuarso SpA(K), staf pengajar senior di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Jakarta, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RS Fatmawati, sarat muatan politik. 

Bagaimana tidak, selain mutasi tersebut tidak disertai alasan yang kuat dan jelas, Dr Piprim sangat vokal mengkritisi kebijakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS). Terutama terkait kolegium yang sudah dibentuk puluhan tahun silam. 

Kolegium adalah badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk setiap cabang disiplin ilmu kesehatan yang bertugas mengampu dan meningkatkan mutu pendidikan serta standar kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Indonesia. Kolegium juga merupakan alat kelengkapan Konsil Kesehatan Indonesia. 


Demikian diungkapkan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Iqbal Mochtar dalam podcast Abraham Samad SpeakUp bertajuk “Rahasia Masalah di Dunia Kedokteran, Dr. Iqbal: Copot Menteri Kesehatan!” dikutip Selasa malam, 13 Mei 2025. 

“Jadi BGS (Budi Gunadi Sadikin) ini dia membentuk kolegium tandingan. Jadi setelah puluhan tahun ada kolegium ini tiba-tiba dia membentuk kolegium versi Kementerian Kesehatan,” ungkap Iqbal. 

Iqbal menerangkan bahwa orang-orang Kolegium versi Kemenkes tersebut dipilih secara online voting. Bukan berdasarkan standarisasi dunia kesehatan sebagaimana mestinya. 

“Itu dia pilih secara voting. Jadi online voting, dia (BGS) sebarkan nama-nama ini siapa yang ini ayo pilih, itu yang dipilih dari situ, siapa yang terbanyak. Makanya kita sebut sebagai Kolegium Idol,” tuturnya. 

Atas kondisi itu, kata Iqbal, mayoritas organisasi profesi kedokteran berteriak lantang menyuarakan penolakan kebijakan Menkes Budi Gunadi Sadikin tersebut. 

“Nah karena kondisi seperti ini banyak organisasi profesi berteriak. Dan salah satu yang paling keras teriakannya itu adalah dokter anak (IDAI),” jelasnya. 

Lebih lanjut, Iqbal menyebut bahwa sebelum Dr Piprim dimutasi, Sekjen IDIA Dr Hikari dipindahtugaskan lebih dulu karena juga getol mengkritisi kebijakan Menkes Budi Gunadi Sadikin. 

“Terus ada lagi satu orang dokter anak nanya, Dr Rizky dia memberikan testimoni bahwa Dr Piprim ini sangat dibutuhkan di RSCM, dua hari setelah memberikan testimoni dia dipecat dari RS Adam Malik,” ungkapnya lagi. 

Atas dasar itu, Iqbal menilai pemindahtugasan Dr Piprim dari RSCM ke RS Fatmawati sangat tendensius dan tidak bisa dianggap sebuah mutasi yang biasa. 

“Dulu juga Prof Zainal Muttaqin ahli bedah saraf epilepsi di UNDIP, itu kan jarang sekali ahli bedah saraf. Waktu itu dia (Prof Zainal) waktu itu kan dia getol menyuarakan pendapatnya yang berbeda dengan UU Kesehatan diberhentikan. Jadi kan jelas banget kan?” ungkapnya. 

“Jadi kalau ada orang yang menganggap ini sesuatu hal yang sifatnya normatif, menurut saya ini tidak normatif, ini ada intrik politik di belakangnya yang dimainkan untuk membungkam orang-orang tertentu yang berbeda pendapat,” demikian Iqbal.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya