Berita

Edan Alexander/Net

Dunia

Hamas Setuju Bebaskan Sandera AS-Israel Terakhir di Gaza

SENIN, 12 MEI 2025 | 11:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hamas mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan Edan Alexander, satu-satunya sandera berkewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Israel yang masih hidup di Gaza. 

Keputusan ini dinilai sebagai sinyal penting menuju gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung selama 19 bulan antara Hamas dan Israel.

Alexander, seorang tentara Israel-Amerika berusia 21 tahun yang dibesarkan di New Jersey, diculik dari markas militernya dalam serangan mendadak yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023. 


Serangan tersebut memicu pecahnya kembali konflik berskala penuh antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.

"Hamas telah menyampaikan kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa mereka akan membebaskan Edan Alexander tanpa syarat. Ini adalah langkah nyata dengan itikad baik terhadap Amerika," ujar Presiden AS Donald Trump dalam cuitannya, seperti dimuat Associated Press pada Senin, 12 Mei 2025. 

Langkah ini datang menjelang lawatan Trump ke Timur Tengah minggu ini, termasuk ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari upaya diplomasi regional untuk mengakhiri perang dan membuka kembali jalur bantuan ke wilayah yang telah diblokade Israel sejak awal konflik.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, membenarkan kabar tersebut dan menyebut bahwa informasi mengenai niat Hamas diteruskan langsung oleh pihak AS. 

"Kami berharap ini membuka jalan menuju negosiasi gencatan senjata yang sesungguhnya," kata juru bicara kantor PM.

Ibunda Edan, Yael Alexander, menyambut baik berita pembebasan anaknya. Dalam wawancara sebelumnya, ia mengungkapkan harapan yang tidak pernah padam meski melalui masa-masa sulit. 

“Setiap kali mereka menyebut nama Edan, sepertinya mereka tidak lupa. Mereka tidak lupa bahwa dia orang Amerika, dan mereka sedang mengusahakannya,” ujarnya. 

Sebelumnya, Hamas pernah menayangkan video Alexander saat Thanksgiving pada November lalu. 

“Sulit untuk menonton video itu karena dia menangis dan memohon, tetapi lega rasanya melihat tanda terbaru bahwa dia masih hidup,” ujar neneknya, Varda Ben Baruch, yang terus mengikuti perkembangan pencarian cucunya.

Khalil al-Hayyah, pemimpin senior Hamas di Gaza, mengatakan pihaknya telah menjalin kontak dengan pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir dan menyatakan kesiapan untuk membuka kembali negosiasi serius. 

"Kami siap memulai negosiasi intensif guna mencapai kesepakatan akhir untuk gencatan senjata jangka panjang," kata al-Hayyah.

Menurut sumber dari Hamas dan Mesir, pembicaraan tidak langsung telah dimulai minggu lalu, difokuskan pada pertukaran sandera dan tahanan serta pembentukan pemerintahan teknokrat di Gaza yang independen dari kekuatan bersenjata.

Forum Keluarga Sandera, kelompok akar rumput yang mewakili keluarga para sandera, menyatakan bahwa pembebasan Alexander “harus menandai dimulainya perjanjian komprehensif” yang mencakup pembebasan seluruh sandera yang tersisa.

Sampai saat ini, sekitar 59 sandera masih ditahan di Gaza, sebagian besar di antaranya diyakini masih hidup. 

Publik dan berbagai pihak internasional kini menantikan langkah konkret selanjutnya dari semua pihak dalam upaya mengakhiri konflik yang telah memakan ribuan korban dan menghancurkan infrastruktur sipil di kedua sisi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya