Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Trump Puji Perubahan Total dalam Hubungan Dagang AS-Tiongkok

MINGGU, 11 MEI 2025 | 12:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji adanya "perubahan total" dalam hubungan dagang antara AS dan Tiongkok, menjelang hari kedua perundingan tingkat tinggi yang digelar secara tertutup di Jenewa. 

Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia, setelah serangkaian aksi saling balas tarif yang menciptakan gejolak global.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Minggu pagi waktu Washington, 11 Mei 2025, Trump menyebut diskusi dagang dengan Tiongkok sangat bagus bahkan menyebutnya sebagai perubahan total yang dinegosiasikan dengan cara yang bersahabat, tetapi konstruktif.


Menutup pernyataannya, Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa pembicaraan di Jenewa telah membawa kemajuan. 

“Kami ingin melihat, demi kebaikan Tiongkok dan AS, keterbukaan Tiongkok terhadap bisnis Amerika,” ujarnya di unggahan lainnya.

Hari kedua perundingan dilanjutkan pada Minggu pagi waktu Jenewa antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Perwakilan Dagang Jamieson Greer, dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng.

 Pertemuan ini berlangsung di kediaman Duta Besar Swiss untuk PBB, sebuah vila yang tenang di tepi Danau Jenewa.

Kepala ekonom global Citigroup, Nathan Sheets, menilai bahwa kedua belah pihak mulai menyadari bahwa situasi saat ini merugikan semua pihak. 

“Pembicaraan ini mencerminkan bahwa keadaan hubungan dagang saat ini dengan tarif yang sangat tinggi ini pada akhirnya tidak menguntungkan Amerika Serikat maupun Tiongkok,” ujarnya seperti dimuat AFP.

Sejak awal tahun, kebijakan tarif Trump telah mendorong bea masuk terhadap barang-barang asal Tiongkok hingga 145 persen, dengan total bea kumulatif mencapai 245 persen. 

Sebagai balasan, Beijing mengenakan tarif 125 persen terhadap produk AS, memicu hampir terhentinya arus perdagangan antara kedua negara.

Meski Trump sempat mengisyaratkan potensi penurunan tarif dengan menyebut "Tarif 80 persen untuk Tiongkok tampaknya tepat!" di media sosial, sekretaris pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa AS tidak akan bertindak sepihak, dan bahwa Tiongkok juga harus menunjukkan itikad yang sama.

Kantor berita pemerintah China, Xinhua, menyebut perundingan ini sebagai langkah penting dalam mendorong penyelesaian masalah. Meskipun demikian, baik AS maupun Tiongkok menyampaikan ekspektasi rendah terkait hasil langsung dari pertemuan tersebut.

Peneliti senior dari Peterson Institute for International Economics, Gary Huffbauer, mengapresiasi dimulainya dialog langsung ini, namun tetap skeptis terhadap kemungkinan normalisasi hubungan dagang. 

“Saya sangat skeptis bahwa akan ada kembalinya hubungan perdagangan AS-China yang normal,” ujarnya, seraya menekankan bahwa tarif setinggi 70 hingga 80 persen tetap berpotensi mengurangi separuh volume perdagangan bilateral.

Sementara itu, Tiongkok tampaknya memasuki perundingan dengan posisi tawar yang lebih kuat, setelah data terbaru menunjukkan kenaikan ekspor mereka meskipun terjadi perang dagang. 

“Ada kesadaran bahwa Tiongkok lebih siap menghadapi perang dagang ini daripada AS,” ungkap Huffbauer.

Pertemuan ini juga terjadi tak lama setelah AS mengumumkan perjanjian dagang dengan Inggris, kesepakatan lima halaman yang tidak mengikat, namun mengindikasikan kesiapan AS untuk negosiasi selektif terkait tarif.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya