Berita

Taliban di Afghanistan/Ist

Dunia

Belasan Orang Ditangkap Usai Terciduk Main Musik

MINGGU, 11 MEI 2025 | 01:40 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Taliban menangkap 14 orang warga di Provinsi Takhar, Afghanistan Utara, setelah ketahuan memainkan alat musik dan menyanyikan lagu.

Mengutip AFP pada Sabtu 10 Mei 2025, penangkapan tersebut dilakukan kepolisian setempat setelah 14 orang tersebut tengah berkumpul dan bernyanyi di sebuah rumah tinggal.

Menurut keterangan polisi, aktivitas bermusik itu dianggap telah mengganggu ketenangan masyarakat sekitar. Saat ini seluruh pelaku masih menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.


Penangkapan ini merupakan bagian dari kebijakan keras Taliban yang secara tegas melarang segala bentuk musik sejak mereka merebut kekuasaan pada Agustus 2021. Musik dianggap bertentangan dengan ajaran Islam versi interpretasi kelompok tersebut.

Sejak kembali berkuasa, Taliban menerapkan sistem hukum syariah yang sangat ketat, termasuk melarang pertunjukan musik di tempat umum, kendaraan, restoran, radio, hingga televisi. Sekolah musik ditutup, alat musik dihancurkan, dan sistem suara dibakar oleh aparat dengan alasan menjaga moral publik.

Bahkan dalam acara pernikahan sekalipun, pemutaran musik tidak diperbolehkan. Meski demikian, sebagian kalangan perempuan terkadang masih memutarnya secara sembunyi-sembunyi.

Kondisi ini mendorong banyak musisi Afghanistan memilih meninggalkan tanah air mereka. Bagi mereka yang tetap tinggal, Taliban hanya memperbolehkan nyanyian vokal bernuansa keagamaan atau syair Islami tanpa iringan alat musik, seperti yang pernah diberlakukan Taliban pada periode kekuasaan sebelumnya antara 1996 dan 2001.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya