Berita

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Megawati Ungkap PDIP Babak Belur Tapi Masih Ditolong Rakyat

JUMAT, 09 MEI 2025 | 00:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara blak-blakan mengungkap kondisi partainya pasca Pemilu 2024. Ia menyebut PDIP mengalami masa sulit dan menyebut partainya "babak belur" setelah hasil pemilu diumumkan.

Hal itu diungkapkan Megawati dalam pidatonya dalam pidatonya di acara Penganugerahan Trisakti Tourism Award (Desa Wisata) 2025 yang digelar di Puri Agung Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta pada Kamis malam, 8 Mei 2025.

"Saudara-saudara sekalian, anak-anakku yang saya cintai, coba pikirkan. Kemarin, pemilu, saya engak pernah ngomong. Tapi sekarang saya sentil lagi sedikit. Why? Setelah babak belur kayak begitu, babak belur apa enggak? Haah kan enggak ngaku toh. Babak belur apa tidaaak?” tegas Megawati.


“Babak beluuur," jawab ribuan kader PDIP.

Ia mengaku kecewa karena beberapa kader yang diprediksi terpilih justru gagal. Sebagai Ketua Umum, Megawati mengaku bertanggung jawab atas proses penentuan calon legislatif dan menyayangkan adanya kader yang tidak bekerja maksimal di lapangan.

"Enggak percaya? Saya panggil nanti orangnya. Kenapa, yang harusnya jadi enggak jadi. Dan saya bertanggungjawab bahwa, saya kan tahu orang-orang ini. Bener rajin, bener tidak. Hanya mau jadi, saya kan bisa. Siapa suruh jadi ketua umum? Jadi saya bisa memberi nilai. Jadi saya udah yakin bahwa ini pasti akan jadi," tegasnya lagi.

Megawati kemudian menyinggung pengalamannya terpilih menjadi anggota DPR tiga periode berturut-turut di era Orde Baru, yang menurutnya tak lepas dari kedekatannya dengan rakyat.

"Nah, kenapa, karena saya suka ke bawah. Karena apa, seperti apa keadaannya? Ya kurang lebih kayak yang kemarin. Itu kan saya jadi terus. Kenapa? Turun ke bawah. Turun ke bawah ke mana, ke akar rumput. Akar rumput siapa? ya rakyat," kata Megawati.

Ia juga menekankan bahwa kemenangan partai bukan semata hasil kerja internal, melainkan karena dukungan tulus dari rakyat.

"Nah kemarin saya lihat waduh gile juga yaa. Tapi saya merasa berterima kasih bukan pada kalian. Kepada rakyat pendukung kita," ungkapnya disambut tepuk tangan kader.

Lebih jauh, Megawati pun mengingatkan kader untuk tetap solid dan tidak ragu dalam mengikuti arah perjuangan partai. Ia menyebut masih memiliki kewenangan penuh untuk menentukan arah dan susunan kepengurusan partai ke depan.

"Satyam eva jayate! Saya selalu bilang demikian karena kebenaran itu pasti, pasti, pasti menang. Tapi kalau kaliannya melempem, ya, enggak menang,” beber Megawati. 

“Kenapa? Buktinya, saya lihat, gile deh, tempat yg seharusnya kita dulang, itu dipecah-pecah. Enggak usah diomongkan, saya kan ketum, tahu saya,” imbuhnya.

Namun demikian, meskipun partainya babak belur di Pemilu 2024 lalu, namun dalam Pileg 2024 PDIP menjadi partai pemenang. Menurutnya, itu adalah bukti bahwa rakyat Indonesia tetap percaya dan mendukung partai banteng moncong putih. 

“Akhirnya apa? Saya berzikir, berdoa, ya allah, tunjukkanlah bahwa kami ini benar, bahwa kami membangun partai adalah demi bangsa dan negara, bukan untuk mencari kekuatan dan uang belaka, apa buktinya? Kenapa kita tetap nomor 1? Saya tadinya mikir, turun lagi nomor dua, tapi apa? Rakyat menolong kita. Provinsi yang dihantam, dap, dap, dap, coba diperhatikan, di bawahnya ditahan, naik pada, coba lihat hasil-hasilnya. Jadi apa? Yang menolong adalah bukan kalian, tapi rakyat, sepanjang rakyat mencintai kita,” jelasnya disambut tepuk tangan kader. 

“Saya yakin ketika solid bergerak tidak ada yang bisa mengalahkan kita. Mengerti?” kata Megawati lagi. 

“Mengerti,” jawab kader. 

“Kalau enggak, silakan, ya, tinggal nunggu perintah saya, lo out, lo masuk, lo out, kenapa? Saya ketum, punya hak,” demikian Megawati.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya