Berita

Tugu religi landmark Kota Kendari, Sulawesi Tenggara/Net

Bisnis

Jawa Keok, Ekonomi Sulawesi Tumbuh Paling Kencang di Kuartal I 2025

SENIN, 05 MEI 2025 | 17:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap data wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada kuartal I tahun 2025.

“Sulawesi merupakan (pulau dengan) pertumbuhan ekonomi tertinggi bila dibanding wilayah lainnya,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 5 Mei 2025.

Tercatat, laju pertumbuhan ekonomi di Sulawesi mencapai 6,40 persen pada kuartal I 2025. Angka ini naik 6,34 persen dari kuartal I tahun 2024.


Laju pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri pengolahan dan perdagangan. Sulawesi Selatan menjadi kontributor tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 2,54 persen.

Menyusul di peringkat kedua ada wilayah Jawa dengan pertumbuhan ekonomi 4,99 persen. Sumber utama pertumbuhan di Jawa berasal dari sektor pertanian, kehutanan, perikanan, industri pengolahan, hingga sektor informasi.

Sementara itu, Pulau Sumatera mencatat pertumbuhan sebesar 4,85 persen yang didorong sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan, perikanan, dan perdagangan. Pertumbuhan tertinggi di kawasan ini tercatat di Sumatera Utara sebesar 1,09 persen.

Wilayah Kalimantan menyusul dengan pertumbuhan 4,32 persen yang ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan. Di pulau ini, Provinsi Kalimantan Timur menjadi penyumbang tertinggi dengan pertumbuhan 2,17 persen.

Kemudian, wilayah Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan sebesar 3,12 persen, ditopang sektor pertanian, kehutanan, perikanan, administrasi pemerintahan, dan perdagangan. Bali memimpin dengan pertumbuhan sebesar 2,59 persen.

Adapun wilayah Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan terendah sebesar 1,69 persen. Di wilayah ini, Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,2 persen berkat kontribusi dari sektor industri pengolahan, perdagangan, dan administrasi pemerintahan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya