Berita

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi/RMOLJabar

Nusantara

Dedi Mulyadi Pastikan Siswa Santap Menu Bergizi selama di Barak Militer

SENIN, 05 MEI 2025 | 08:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memastikan asupan gizi siswa terpenuhi dengan menu yang sehat dan lengkap selama mengikuti program pendidikan karakter di barak militer Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta.

Program ini menyasar siswa bermasalah seperti pelaku tawuran dan geng motor.

Dedi memperlihatkan menu makan siang yang terdiri dari nasi, sayur kolplay, tempe goreng, ayam goreng, sambal, serta buah-buahan seperti pisang dan semangka.


"Gizinya cukup, makannya teratur, ini penting untuk mendukung pembinaan fisik dan mental mereka," kata Dedi saat mengunjungi Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9, Purwakarta, seperti dikutip dari akun Youtube pribadinya, Sabtu 3 April 2025.
 
Dedi bahkan berjanji akan menyediakan menu lebih istimewa setelah siswa menjalani program selama satu bulan, sebagai motivasi tambahan.

Program pendidikan karakter ini telah dimulai sejak 1 Mei 2025 di Purwakarta, melibatkan 39 siswa SMP yang dianggap sulit diatur oleh sekolah dan keluarga.

Mereka menjalani rutinitas ketat, termasuk bangun pagi jam 04.00 WIB, salat berjamaah, olahraga, pelatihan baris-berbaris, serta kegiatan belajar dengan guru dari sekolah asal.

Selain Purwakarta, program ini juga berjalan di Bandung dengan 30 siswa SMP dan SMA di Rindam III Siliwangi.

Dedi menyatakan kepuasannya melihat perubahan positif pada siswa hanya dalam beberapa hari.

"Dulu mereka sulit tidur, bangun sore, susah fokus. Sekarang, mereka tidur jam 20.00, bangun jam 04.00, dan mulai terbiasa disiplin," kata Dedi 

Ia juga menyebut hampir semua kabupaten dan kota di Jawa Barat siap melaksanakan program serupa, dengan kerja sama TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Meski mendapat dukungan dari sebagian orang tua dan TNI, kebijakan ini dikritik oleh berbagai pihak, termasuk Komnas HAM dan pengamat pendidikan.

Ketua Komnas HAM, Atnike Nova Sigiro, menyebut program ini keliru karena TNI bukan lembaga pendidikan, dan pendekatan militer sebagai hukuman berpotensi melanggar hukum pidana anak.

Pengamat pendidikan seperti Khairul Fahmi dari ISESS juga menilai pendekatan psikososial lebih tepat ketimbang militeristik, yang berisiko menciptakan disiplin berbasis ketakutan.

Dedi menegaskan bahwa program ini hanya menyasar siswa dengan pelanggaran berat, seperti tawuran, mabuk, atau perilaku kriminal, yang sudah tidak mampu ditangani orang tua atau sekolah.

"Ini bukan untuk semua siswa, tapi untuk mereka yang orang tuanya sudah menyerah. Kami ingin mereka jadi generasi disiplin dan cinta Tanah Air," kata Dedi.

Pendanaan program sementara ini menggunakan dana operasional kepala daerah, termasuk untuk kebutuhan makanan dan fasilitas siswa.

"Yang penting jalan dulu, soal anggaran bisa diatur sambil berjalan," pungkas Dedi seperti diberitakan RMOLJabar.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya