Berita

PM Australia Anthony Albanese/Net

Global

Albanese Cetak Kemenangan Bersejarah dalam Pemilihan PM Australia

MINGGU, 04 MEI 2025 | 12:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Anthony Albanese mencetak sejarah sebagai perdana menteri Australia pertama dalam dua dekade yang berhasil memenangkan masa jabatan kedua secara berturut-turut.

Dalam pemilihan umum hari Sabtu,  3 Mei 2025, Partai Buruh yang ia pimpin mencatat kemenangan besar di tengah tantangan krisis biaya hidup yang menjadi perhatian utama pemilih.

Menurut laporan ABC News, Partai Buruh diproyeksikan memenangkan 85 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat, jauh melewati ambang 76 kursi untuk mayoritas.


Meski hasil Senat masih belum jelas, Partai Buruh mungkin tetap memerlukan dukungan dari partai kecil atau independen untuk meloloskan legislasi penting.

Dalam pidato kemenangannya di Sydney, Albanese menyampaikan pesan persatuan. 

“Warga Australia telah memilih untuk menghadapi tantangan global dengan cara Australia, saling menjaga sambil membangun masa depan,” katanya penuh semangat kepada para pendukung. 

“Kita tidak mencari inspirasi di luar negeri. Kita menemukannya di sini, dalam nilai-nilai dan masyarakat kita," kata dia lagi.

Di tengah sorak sorai, Albanese juga menekankan bahwa rakyat Australia telah memilih nilai-nilai Australia.  

“Demi keadilan, aspirasi, dan kesempatan bagi semua. Di masa ketidakpastian global ini, rakyat Australia telah memilih optimisme dan tekad," ujarnya.

Sementara itu, pemimpin Partai Liberal Peter Dutton menerima kekalahan dan menyebutnya sebagai peristiwa bersejarah bagi partai oposisi utama itu. 

Tak hanya kehilangan kendali partai, Dutton juga kalah di kursi Dickson dari Ali France, kandidat Partai Buruh yang dikenal sebagai advokat disabilitas.

Senator James Paterson dari Partai Liberal menyebut “faktor Trump” turut berperan dalam pemilu kali ini, mengacu pada pengaruh Presiden AS Donald Trump yang ikut membayangi isu-isu ekonomi global.

Kemenangan ini memperkuat posisi Partai Buruh setelah kembali berkuasa pada pemilu 2022, mengakhiri hampir satu dekade masa oposisi.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya