Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Gibran Jadi Wapres Bukan Kaleng-kaleng

SABTU, 03 MEI 2025 | 16:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keraguan terhadap Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden, sampai-sampai memunculkan desakan dari Forum Purnawirawan TNI agar ada pergantian orang nomor dua di Indonesia, dinilai tidak tepat.

Dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM), Efriza menilai, desakan Forum Purnawirawan TNI tidak memiliki alasan kedaruratan, apabila menggunakan alibi Gibran tidak bisa menggantikan Prabowo memimpin tugas negara.

"Sudah hal lumrah Presiden Prabowo pergi digantikan Gibran sebagai wapres memimpin pemerintahan. Ini sudah terjadi, ketika Prabowo lawatan ke luar negeri," ujar Efriza kepada RMOL, Sabtu, 3 Mei 2025.


Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu mengamati, tidak ada gejolak yang terjadi ketika Gibran menggantikan Prabowo yang lawatan ke luar negeri beberapa waktu lalu.

"Toh dalam proses itu tetap ada koordinasi antar keduanya," sambungnya menilai.

Justru, Efriza bertanya-tanya apabila Forum Purnawirawan TNI menuntut Gibran digantikan hanya karena mengkhawatirkan suatu hal yang belum pasti terjadi.

"Janggal jika harapan mengganti Gibran adalah ketika khawatir berlebihan jika Prabowo sakit dan tidak bisa menjalankan tugas. Persepsi yang hadir justru terkesan Presiden Prabowo adalah presiden yang sedang tidak baik-baik saja kesehatannya," tutur pengamat politik Citra Institute itu.

"Sehingga alasan bahwa Gibran tidak layak menggantikan Prabowo, ini tentu saja alasan yang subjektif. Sebab, nyatanya Gibran bukan kaleng-kaleng, dapat menggantikan tugas Prabowo ketika Prabowo berada di luar negeri," sambung Efriza menambahkan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya