Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jutaan Anak Menderita Akibat Kebijakan Trump

JUMAT, 02 MEI 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ahmad, seorang anak berusia lima tahun di Yordania, bercita-cita menjadi lebih kuat dari Spider-Man saat dewasa. 

Namun, mimpi kecil itu kini terancam sirna. Ahmad menderita kelainan tulang belakang yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah. 

Sebelumnya, ia rutin menerima fisioterapi dari Handicap International untuk memperkuat tubuh bagian atasnya agar suatu hari bisa berjalan dengan kruk. Tetapi, semua itu kini terancam hilang.


Pemotongan bantuan besar-besaran dari pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump telah berdampak pada pusat rehabilitasi tempat Ahmad berobat di Amman. 

“Gerakan yang diajarkan akan dilupakan,” kata Dr Abdullah Hmoud, seorang fisioterapis di sana, menggambarkan kondisi ini sebagai bencana besar, seperti dimuat AFP pada Jumat, 2 Mei 2025.

Bahkan secara emosional, Ahmad terpukul. Ia mogok makan selama tiga hari dan enggan bangun dari tidurnya.

“Ahmad berhenti makan selama tiga hari. Ia tidak mau bangun,” ungkap sang ayah, Mahmud Abdulrahman, seorang buruh harian. 

Ahmad sendiri dengan lirih berkata: “Saya merasa mereka ingin membunuh saya.”

Kisah Ahmad hanyalah salah satu dari banyak tragedi kemanusiaan yang muncul sejak Trump memutuskan memangkas 83 persen bantuan luar negeri AS. 

USAID, yang sebelumnya menyumbang 42 persen dari seluruh bantuan global dengan anggaran 42,8 miliar dolar AS, dibubarkan oleh pemerintahan Trump.

Di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, setengah dari sejuta pengungsi adalah anak-anak. 

Save the Children harus memangkas jatah makanan. Lembaga itu khawatir keluarga-keluarga yang putus asa akan menyerahkan anak perempuan mereka kepada pedagang manusia atau mengirim anak laki-laki mereka untuk perjalanan berbahaya ke Malaysia demi bekerja.

Di Mozambik, Solidarites International menutup program penyediaan makanan dan air bagi pengungsi internal, termasuk puluhan ribu anak-anak. 

Sementara di Malawi, ribuan anak tidak lagi mendapatkan makanan sekolah gratis. 

“Rasanya seperti karpet ditarik dari bawah kaki mereka,” kata seorang anggota staf LSM yang enggan disebutkan namanya.

Perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak. Dewan Pengungsi Norwegia mengaku harus mengurangi secara signifikan bantuan untuk perempuan dan anak perempuan di Afghanistan. 

“Jalur hidup terakhir bagi banyak perempuan dan anak perempuan akan terputus,” tegas Camilla Waszink, salah satu direktur organisasi itu.

Pemotongan ini juga mengancam kesehatan global. Menurut Kevin Goldberg dari Solidarites International, malnutrisi sudah memengaruhi 150 juta anak di bawah usia lima tahun, dan jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. 

“Jutaan anak tambahan akan mengalami pertumbuhan terhambat,” kata dia.

Yang lebih mencemaskan, pemotongan dana untuk program vaksinasi dapat berakibat fatal. Sania Nishtar, CEO Vaccine Alliance memperingatkan bahaya dari kurangnya dana vaksin.

“Sekitar 1,3 juta anak dapat meninggal karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin," ujarnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya