Berita

Cody Gakpo memakai kaos bertuliskan 'I Belong to Jesus' di laga Liverpool versus Tottenham Hotspur/Net

Sepak Bola

Buntut Pamer Kaos 'I Belong to Jesus', Cody Gakpo Terancam Sanksi FA

RABU, 30 APRIL 2025 | 13:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Selebrasi penyerang Liverpool, Cody Gakpo, usai membobol gawang Tottenham Hotspur pada akhir pekan lalu bisa berujung sanksi dari otoritas  sepak bola Inggris, FA. 

Saat itu, Gakpo melepas jersey Liverpool untuk memperlihatkan kaos bertuliskan "I Belong to Jesus" di bagian depan usai membobol gawang Tottenham dalam gol ketiga Liverpool pada menit ke-34.   

Kaos yang dipakai Gakpo sama persis dengan yang dipakai legenda AC Milan, Ricardo Kaka, usai merayakan kemenangan final Liga Champions 2007 kontra Liverpool. 


Gakpo pun langsung mendapat kartu kuning akibat selebrasi melepas jersey Liverpool usai mencetak gol. Ia kemudian kembali menunjukkan jersey 'I Belong to Jesus' saat merayakan kemenangan atas Tottenham di hadapan para Liverpudlian di Stadion Anfield.

Nah, aksi yang dilakukan Gakpo rupanya berbuntut panjang. Menurut laporan Daily Mirror, Rabu 30 April 2025, pemain asal Belanda itu terancam hukuman dari FA.

Gakpo dianggap melanggar aturan Law 4 FA yang melarang pertunjukan 'politik, agama, atau slogan personal, pernyataan sikap, atau gambar'. Pemain atau tim yang melanggar akan diberi sanksi dari federasi.

Isu sanksi yang bakal dijatuhkan kepada Gakpo kontan memantik reaksi keras para penggemar, khususnya fans Liverpool. Banyak pihak menilai FA menggunakan standar ganda, karena aktif menyuarakan suara-suara politik di sepak bola, khususnya kampanye pro-LGBTQ, Black Lives Matter (BLM), dan dukungan kepada Ukraina yang berperang dengan Rusia.

"Gakpo dihukum karena memakai kaos 'I belong to Jesus' yang dianggap 'politis', tapi Premier League mewajibkan pemain mengenakan ban kapten LGBTQ? Di mana logikanya," cuit satu akun penggemar di X.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya