Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Potensi De-eskalasi Perang Tarif Kian Dekat, Bursa Eropa Menguat

SABTU, 26 APRIL 2025 | 07:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mencatat kenaikan yang dipengaruhi oleh potensi de-eskalasi dalam perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. 

Dikutip dari Reuters, pasar berakhir menguat pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat 25 April 2025 atau Sabtu dini hari WIB, dengan indeks acuan Eropa, STOXX 600 menguat 0,3 persen. 

Indeks DAX (Jerman) juga naik 0,81 persen ke posisi 22.242. 


Indeks FTSE di Inggris naik 0,09 persen ke 8.415 dan Indeks CAC (Perancis) menguat 0,45 persen ke posisi 7.536.

Gedung Putih dalam beberapa hari terakhir telah menyatakan kesediaannya untuk berunding dengan Beijing mengenai tarif. 

Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa diskusi dengan China  sedang berlangsung, meskipun Beijing membantahnya. 

Terbaru, China telah membebaskan beberapa impor AS dari tarif 125 persen

Sektor sumber daya dasar menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 5,2 persen  seiring membaiknya sentimen perdagangan global yang mendorong harga tembaga. 

Sektor otomotif dan suku cadang yang sensitif terhadap kebijakan tarif, ikut melonjak 5,7 persen dalam sepekan.

Saham Siemens naik 3 persen setelah Citigroup mengembalikan rekomendasi "beli" untuk konglomerat teknologi Jerman tersebut, menyebut bahwa otomatisasi berbasis kecerdasan buatan akan memperkuat posisi perusahaan.

Saham asuransi Spanyol Mapfre menguat 8 persen setelah laba bersih kuartal pertamanya naik 28 persen. 

Sementara itu, grup hotel terbesar Eropa, Accor meroket 6,3 persen sebagai saham terbaik di indeks CAC 40 Prancis berkat pendapatan kuartal pertama yang melampaui ekspektasi.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya