Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/Net

Bisnis

Sri Mulyani: Indonesia Tempuh Semua Jalur Negosiasi untuk Redakan Tekanan Tarif AS

JUMAT, 25 APRIL 2025 | 12:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah Indonesia terus menggencarkan seluruh upaya dalam meredakan tekanan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Indonesia telah menempuh seluruh jalur negosiasi untuk mencari solusi atas kebijakan tarif AS yang dinilai dapat merugikan mitra dagangnya, termasuk Indonesia.

“Dalam proses negosiasi Indonesia dengan AS kami telah melalui seluruh jalur yang bisa kita lakukan, baik itu tadi melalui USTR, Departemen Perdagangan AS,
dan sekarang juga dari US Treasury,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat 25 April 2025.

dan sekarang juga dari US Treasury,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat 25 April 2025.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa keterlibatan langsung dengan US Treasury menjadi langkah penting untuk memahami ekspektasi pemerintah AS serta proses pengambilan keputusan mereka terhadap negara-negara mitra dagang.

Selain itu, Menkeu juga berdiskusi dengan beberapa Menteri Keuangan dari negara lain guna membandingkan pendekatan masing-masing dalam menjalin hubungan dengan AS. 

Upaya tersebut, menurutnya, bertujuan agar tercipta solusi komprehensif yang dapat meredam ketidakpastian global.

“Ini tentu tujuannya adalah supaya pada akhirnya akan ada sebuah solusi yang bisa bersifat menyeluruh sehingga akan menimbulkan kepastian dunia,” tambahnya.

Ia menambahkan bahwa forum internasional seperti Spring Meeting juga menjadi momentum penting bagi negara-negara untuk menurunkan tensi geopolitik dan membangun pemahaman bersama demi menjaga stabilitas ekonomi global.

“Karena ketidakpastian dunia akan dan telah menyebabkan proyeksi perekonomian global yang melemah dan itu tentu akan merugikan seluruh negara-negara di dunia. Besok masih akan ada pertemuan lanjutan dengan IMF dan Bank Dunia,” pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya