Berita

Paus Fransiskus/Ist

Publika

Paus Fransiskus dan Koperasi

Oleh: Suroto*
KAMIS, 24 APRIL 2025 | 13:56 WIB

TEPAT di hari perayaan Paskah, seluruh penjuru dunia berduka atas meninggalnya Paus Fransiskus Xaverius. Tak hanya umat Katolik, tapi juga mereka yang selama ini mendapat dukungan  pembelaan atas perjuangan kemanusiaan dan keadilan. 

Paus tak hanya sebagai pribadi yang bersahaja, tapi juga dedikatif terhadap berbagai isu sosial dan salah satunya adalah isu koperasi. Kedalaman pemahamannya terhadap koperasi terucap dari perkataannya yang disampaikan kepada pemimpin organisasi gerakan koperasi dunia, International Cooperative Alliance (ICA) yang dipimpin Ibu Dame Pauline Green, Presiden ICA kala itu, ketika audiensi di Vatikan tahun 2013. 

"Jika pemimpin dunia paham apa itu  perusahaan koperasi, apa itu organisasi koperasi, apa itu gerakan koperasi, dan apa itu ideologi koperasi, maka dunia tak akan seburuk ini", kata Paus Fransiskus secara spontan dalam audiensi tersebut, sebagaimana disampaikan Dame Pauline kepada saya ketika jumpa di Bali, Indonesia dalam tahun yang sama. 


Ucapan tersebut tentu sulit diucapkan oleh orang yang tidak mengerti koperasi secara mendasar. Mereka yang tak mengerti hakekat koperasi pastilah sulit mencari hubunganya antara koperasi dan dunia yang lebih baik. Tapi tidak oleh Paus, yang ternyata pernah magang kerja di koperasi rumah sakit dalam masa mudanya di Argentina. Negara asal orang bijak ini. 

Perkataan Paus tersebut ternyata setelah 12 tahun kemudian mendapatkan relevansinya.  Organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengakui gerakan koperasi dengan segala capaiannya. Ini setidaknya dapat dilihat dari resolusi PBB nomor  A/78/L.71 menetapkan tahun 2025 sebagai Tahun Koperasi Internasional (International Year of Cooperatives/IYC 2025) dan diberikan tema" Koperasi Membangun Dunia Lebih Baik". IYC 2025 ini adalah bentuk pengakuan penting dunia terhadap capaian koperasi sebagai organisasi otonom, mandiri dan demokratis. 

Dunia yang didominasi oleh sistem kapitalisme hari ini memang tidak sedang baik baik saja. Manusia ditundukkan oleh kekuatan modal. Motif korporasi kapitalis  yang hanya mengejar keuntungan semata kemudian datang merusak alam. Manusia, di dalam sistem kapitalis diajarkan oleh satu dogma, bersaing!. Berebut dan saling tikam demi satu hal : penuhi hasrat keserakahan individu. 

Akibatnya, dunia hari ini selalu berada dalam krisis, ketegangan, dan frustasi. Individu tercerai berai, saling tikam dalam persaingan bebas sistem kapitalisme.  Individualisme, dan egosentrisme telah melahirkan pribadi yang lemah, tak bertanggung jawab, dan yang kalah ditindas oleh yang menang, yang lemah dimangsa oleh yang kuat. 

Koperasi, dari sejak kelahirannya sebagai organisasi modern kurang lebih 181 tahun silam, memang untuk melawan motif keserakahan itu. Para pioner gerakan koperasi Rochdale, Inggris dengan semangat menolong diri sendiri melalui jalan kerjasama, cooperation, memang ingin melawan dogma sistem persaingan kapitalisme. Mereka melawannya dengan cara damai dan dilakukan dengan membentuk perusahaan koperasi, tapi dengan motif, cara dan tujuan yang berbeda. 

Perusahaan koperasi, hari ini telah dianut oleh 1,3 miliar orang anggota individu di seluruh dunia. Motifnya adalah untuk mengganti sistem pengejaran keuntungan (profit motive) perusahaan dengan supremasi di tangan pemilik modal finansial semata ke arah sistem pengejaran manfaat (benefit motive) bagi semua orang yang terlibat di perusahaan seperti produsen penyuplai skala rumah tangga, pekerja, bahkan konsumen. 

Untuk itulah koperasi menaruh cara yang berbeda dengan menaruh kekuasaan pengambilan keputusan di perusahaan sebagai jantung ekonomi ini dengan persamaan hak setara untuk mereka yang terlibat di perusahaan, bukan hanya di tangan pemilik modal finansial semata.  Koperasi mencari dan membagi manfaat sesuai dengan besaran partisipasi setiap orang yang terlibat. Untuk satu tujuan, agar tercipta keadilan.

Gerakan koperasi, yang dikerjakan melalui praktik oleh orang orang sederhana, mereka ingin jawab kebutuhan sehari hari, kebutuhan imanen, namun sekaligus penuhi kebutuhan yang bersifat spiritual transendental seperti hidup yang adil, penuh penghargaan terhadap alam dan kemanusiaan. 

Orang orang koperasi di seluruh dunia telah kembangkan perusahaan yang dikelola secara demokratis dan jumlah putaran layanan bisnisnya dari 300 koperasi besar dunia sebesar 36 triliun rupiah. Satu kali Produk Domestik Bruto (PDB) negara Italia.  Gerakan koperasi telah bergerak di seluruh sektor sosial ekonomi seperti sektor usaha keuangan, pabrik /industri, pertanian, perikanan, perumahan, rumah sakit, sekolah, perlistrikan, kampus dan lain lain. 

Mari kita maknai pernyataan almarhum Paus Fransiskus tentang koperasi tersebut. Kita tidak hanya membangun perusahaan. Kita membangun manusia. Kita tidak hanya menciptakan produk. Kita menciptakan makna.

Kita tidak hanya menambahkan nilai. Kita mengembalikan nilai kepada mereka yang paling layak menerimanya. Mari kita berjalan bersama dalam jalan ideologis ini. Mari kita bangun ekonomi rakyat, kuat, demokratis, dan berakar pada solidaritas.

*Penulis adalah Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya