Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi di Istana Merdeka Jakarta, pada Selasa, 22 April 2025/RMOL

Dunia

Nostalgia Kawan Lama, Prabowo-Wakil PM Malaysia Ngobrol Dua Jam Non-stop

SELASA, 22 APRIL 2025 | 18:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi menggelar pertemuan bilateral di ruang Jepara, Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa, 22 April 2025. 

Berdasarkan pantauan RMOL, Ahmad Zahid bersama Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin tiba di kompleks istana sekitar pukul 15.40 WIB. 

Ketibaan Wakil PM disambut oleh pasukan jajar kehormatan dan lantunan lagu drumband. Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy keluar gedung untuk menyambut Wakil PM Malaysia. 


Prabowo dan Wakil PM Zahid tampak masuk ruang kredensial Istana beriringan dan berdiri di tengah ruang untuk foto bersama.

"Kawan lama, kawan lama sekali dari masa muda," ujar Prabowo sambil menunjuk Zahid di hadapan awak media. 

Keduanya kemudian menuju ruang Jepara untuk melakukan pertemuan bilateral. Media dipersilakan mengambil video dan gambar saat mereka bersalaman dan duduk di sofa. 

Perbicangan Prabowo dan Ahmad Zahid berlangsung tertutup selama dua jam. Mereka keluar ruangan dan memberikan pernyataan singkat pada media. 

Prabowo menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wakil PM Malaysia yang menyempatkan hadir di Istana untuk melakukan 

"Ya jadi saya. terima kasih saya dikunjungi Wakil Perdana Menteri Malaysia, kawan saya lama dato’ Ahmad Zahid Hamidin, sahabat lama," ujar Prabowo. 

Presiden RI itu mengakui obrolan mereka sangat menyenangkan. Keduanya bernostalgia tentang hubungan persahabatan di masa lalu, tapi tak lupa membicarakan isu-isu global. 

"Ya ini nostalgia lah masih bicara walaupun kita menukar pandangan terhadap isu-isu global, isu-isu ekonomi, kerja sama antara indonesia dan malaysia. intinya itu ya oke," tegas Prabowo. 

Saat ditanya apakah isu tarif masuk dalam pembahasan, Prabowo menjawab topik krusial itu tentu dibicarakan karena sudah menjadi pembicaraan di seluruh dunia. 

"Ya gimana kita gak bahas, itu kan lagi ramai satu dunia lagi bahas," ujar Presiden RI. 

Dia juga membenarkan bahwa situasi di Gaza turut dibahas, karena kedua negara itu sama-sama memiliki warga yang mayoritas Muslim. 

"Ya kita bicara Gaza bagaimana kita.. bagaimanapun rakyat kita kan sebagian besar muslim ya. oke? makasih," tandasnya.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya