Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Lobi Tarif Trump, Korsel Kirim Dua Menteri ke Washington

SENIN, 21 APRIL 2025 | 08:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akan mengirim dua menteri bidang ekonomi ke Amerika Serikat (AS) untuk memulai negosiasi soal tarif perdagangan yang baru saja diberlakukan Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Bloombetg Senin, 21 April 2025, dua pejabat tinggi yang akan berangkat ke Washington adalah Menteri Perindustrian Ahn Duk-geun dan Menteri Keuangan Choi Sang-mok. Mereka dijadwalkan terbang untuk bertemu dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer pada hari Rabu waktu Korea.

"Pertemuan ini diadakan atas permintaan Amerika, dan kami sedang menyusun jadwal serta agenda diskusi," ujar Kementerian Perindustrian Korsel dalam pernyataan resminya pada hari Minggu.


Korsel menjadi salah satu negara pertama yang akan berunding dengan AS setelah Presiden Trump memberlakukan kebijakan tarif baru terhadap mitra dagangnya. Negara ini terkena tarif umum sebesar 25 persen, namun sementara waktu diturunkan menjadi 10 persen untuk masa 90 hari. Selain itu, Korea juga menghadapi tarif 25 persen atas ekspor mobil, baja, dan aluminium.

Kunjungan Ahn ini menyusul pertemuan antara Jepang dan AS pekan lalu. Meski belum menghasilkan penghapusan tarif, diskusi lanjutan dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini, menurut kepala negosiator Jepang, Ryosei Akazawa.

Pejabat Korsel juga bersiap jika Trump tiba-tiba ikut hadir dalam negosiasi, seperti yang ia lakukan saat bertemu dengan delegasi Jepang. Saat itu, Trump menyebut telah terjadi “kemajuan besar” dalam pembicaraan.

Pemerintah Korsel kini tengah menyiapkan beberapa proposal untuk meredakan ketegangan dagang dan mengurangi surplus perdagangan dengan AS. Beberapa topik yang mungkin dibahas termasuk kerja sama pembangunan kapal, proyek jaringan pipa Alaska, serta pembagian biaya pertahanan.

Korsel merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap kebijakan proteksionis karena perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor. Bahkan sebelum tarif baru diberlakukan, ekonomi Korea sudah melemah akibat krisis politik menyusul keputusan darurat militer dari mantan Presiden Yoon Suk Yeol pada Desember lalu.

Bank Sentral Korea juga mempertahankan suku bunga minggu lalu, sambil memperingatkan bahwa ekonomi berisiko mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal pertama tahun ini.

“Rasanya seperti kita tiba-tiba memasuki terowongan gelap,” kata Gubernur Bank Sentral, Rhee Chang-yong, dalam konferensi pers setelah pengumuman kebijakan itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya