Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Kripto Stabil, Bitcoin Dibanderol di Atas 84.000 Dolar AS

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 11:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar mata uang kripto nampaknya masih terpengaruh pernyataan Ketua Bank Sentral AS (Federal Reserve), Jerome Powell, yang baru-baru ini menyalahkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Dalam pidatonya di acara Economic Club of Chicago, Powell menyampaikan bahwa kenaikan tarif yang diumumkan sejauh ini jauh lebih besar dari perkiraan. Ia menilai bahwa pendekatan Trump yang agresif dalam kebijakan perdagangan bisa menyebabkan inflasi naik dan pertumbuhan ekonomi melambat.

“Pemerintahan baru sedang dalam proses menerapkan perubahan kebijakan yang substansial,” kata Powell pada hari Rabu, seperti dikutip dari Bitcoin(dot) com, Jumat 18 April 2025.


“Kita mungkin menemukan diri kita dalam skenario yang menantang di mana tujuan mandat ganda kita saling bertentangan," ujarnya.

Mandat yang dimaksud adalah menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja berkelanjutan yang maksimal, suatu prestasi yang akan terbukti semakin sulit dalam lingkungan proteksionis.

Pernyataan Powell yang bernada pesimis langsung memicu penurunan tajam pada harga bitcoin. Namun, kripto ini kembali pulih dari titik terendah 83.000 dolar AS saat perdagangan di luar jam pasar.

"Bitcoin (BTC) turun sekitar 2 persen dari 85.300 dolar AS menjadi 83.300 dolar AS hanya dalam 30 menit setelah komentar dari Jerome Powell," kata Dylan Bane, analis dari perusahaan data kripto Messari.

Bane menambahkan bahwa saham juga mengalami hal serupa. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing turun antara 1,5 persen hingga 4 persen sepanjang hari. Ini menunjukkan reaksi pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off) setelah pernyataan Powell.

Hingga Jumat pagi, Bitcoin diperdagangkan di angka 84.808 dolar AS. Selama 24 jam terakhir, harganya bergerak di kisaran 83.314 hingga 85.428 Dolar AS, menunjukkan sesi perdagangan yang relatif stabil meski masih ada kekhawatiran di pasar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya