Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Sempat Naik, Harga Emas Spot Menyusut Jelang Libur Paskah

JUMAT, 18 APRIL 2025 | 09:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas merosot setelah sempat menyentuh rekor. Emas spot turun 0,8 persen menjadi 3.317,87 Dolar Amerika Serikat (AS) per ons pada penutupan perdagangan Kamis 17 April 2025 atau Jumat pagi WIB. 

Dikutip dari Reuters, emas spot sempat menyentuh rekor tertinggi 3.357,40 Dolar AS pada awal sesi, dan melonjak lebih dari 2 persen di minggu ini,

Harga emas berjangka AS ditutup 0,5 persen lebih rendah menjadi 3.328,40 Dolar AS per ons.


Pada Rabu, harga emas melambung 3,6 persen karena didorong oleh kabar bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan membuka penyelidikan terhadap potensi tarif pada semua impor mineral penting, dan meninjau kembali impor farmasi dan chip.

Analis memperkirakan bahwa AS akan mencapai kesepakatan dagang dengan Jepang setelah Trump menggembar-gemborkan "kemajuan besar" dalam pembicaraan tarif dengan Jepang. 

Turunnya harga emas juga dipicu oleh pemulihan indeks Dolar (Indeks DXY) meskipun  masih menuju penurunan mingguan. Greenback yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga logam lainnya bervariasi. Perak spot turun 0,9 persen menjadi 32,44 Dolar AS per ons. Platinum stabil di posisi 967,08 Dolar AS dan paladium menyusut 1,5 persen menjadi 956,92 Dolar AS.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya