Berita

Aktivis Ratna Sarumpaet/Ist

Publika

Dekrit Rakyat Semesta

Kembali ke Pancasila dan UUD 1945
JUMAT, 11 APRIL 2025 | 17:13 WIB | OLEH: RATNA SARUMPAET

DI AWAL tahun 2025 ini, aku secara berkala merasa kedatangan kabar yang datang dari arah langit; disampaikan dengan desir angin menyentuh jiwa-jiwa muda, yang sedang termenung di bawah bintang-bintang menatap masa depan mereka yang makin suram.

Kabar itu tak datang dalam bentuk isyarat, tidak datang dalam bentuk wahyu atau suara menggemuruh, tapi bisik halus yang merambat dari satu mimpi ke mimpi lainnya, menelusuri garis darah dalam DNA para keturunan manusia yang disebut Generasi Alpha.

Kabar itu membisikkan bahwa atas izin Tuhan dan dipimpin langsung oleh Sang Maha Kuasa, semesta kini sedang bergerak cepat mengorkestrasi seluruh bangsa-bangsa di muka bumi. Menjadikan tahun 2025 ini sebagai tahun perubahan, mewajibkan semua bangsa-bangsa di dunia wajib meninggalkan semua sistem yang masih mendukung penjajahan, serta semua sistem yang tidak memanusiakan manusia.
 

 
Saudara-saudaraku sebangsa se Tanah Air, jiwa-jiwa yang lahir dari peluh leluhur, tumbuh di tengah reruntuhan harapan dan janji pembangunan, diberi pendidikan tinggi tapi dibesarkan dalam ekonomi rendah, diwarisi mimpi punya atap sendiri tapi bata rumahmu berjatuhan dengan sangat cepat. 
 
Tahukah kalian betapa sekarang ini para leluhurmu menangis dalam hening, menyaksikan generasi yang dahulu telah mereka doakan kini justru hidup di tengah bayangan tanah yang tak bisa dimiliki karena harga rumah menanjak lebih cepat dari jumlah pendapatan.

Bumi yang seharusnya dipijak bersama, dikapling-kapling seperti warisan raja-raja tamak, dibeli orang yang tak butuh rumah untuk berteduh, tapi hanya demi angka-angka dalam portofolio.

Sementara kalian hidup di ruang yang hanya cukup untuk meletakkan buku dan secangkir teh, lalu harus berlari mengejar ilusi dalam bayang-bayang utang yang tak kunjung lunas.

Adakah yang lebih getir dari menyadari ‘upah per bulanmu’ tak cukup untuk bayar DP rumah paling sederhana sekalipun? Bahwa bekerja keras, belajar giat, hidup hemat tidak menjamin kau bisa punya sepetak tanah untuk menyemai kehidupan?

Para ekonom, dengan angka dan grafik harga properti naik berkali-kali lipat dalam dua dekade terakhir sementara pendapatanmu tertatih-tatih seperti pejalan kaki di tengah arus kendaraan investasi yang melaju kencang. 

Takdir macam apa yang diberikan negara pada generasi yang dipaksa sewa apartemen. Hidup dari lahir hingga mati dalam kontrakan, bercinta di apartemen sewaan, membesarkan anak di kamar kos dan meninggal di tempat yang tak pernah bisa disebut milik.

Padahal rakyatlah pemegang kedaulatan tertinggi. Tanpa rakyat, tidak ada negara.
 
Para sahabat seperjuang, kelompok/organisasi (besar/kecil yang terserak di seantero negeri, yang sama-sama merindukan negara/bangsa ini kembali ke Pancasila dan UUD ’45.

Kita tahu kehancuran bangsa ini adalah dampak dari perusakan Pancasila dan UUD ’45 yang berlangsung di tahun 1999 hingga tahun 2002. Dua puluh lima tahun kita membiarkan bangsa ini dirusak UUD palsu.

Cukup! Mari! Rapatkan barisan! Sebagai bangsa beradab, dan bertanggung jawab, kita tidak akan membiarkan bangsa ini hilang, tanpa nama.

Dengan “DEKRIT RAKYAT SEMESTA” kita kembalikan Pancasila & UUD ’45 ke tempat yang semestinya, ikut ambil bagian dalam orkestrasi perubahan global yang sekarang sedang digerakkan semesta.     

Penulis adalah Aktivis Sosial Indonesia

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya