Berita

Representative Image/Net

Dunia

Badai Petir Terjang India dan Nepal, Hampir 100 Orang Tewas

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 16:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Cuaca ekstrem kembali merenggut korban jiwa. Hampir 100 orang dilaporkan meninggal dunia akibat badai petir disertai hujan deras yang melanda beberapa wilayah di India dan Nepal selama beberapa hari terakhir. 

Kondisi ini telah memicu peringatan bahaya dari otoritas meteorologi setempat dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Di India, negara bagian Bihar menjadi wilayah yang paling terdampak parah, dengan sedikitnya 64 orang dilaporkan tewas. Korban jiwa umumnya disebabkan oleh sengatan listrik, rumah yang ambruk, serta sambaran petir.


"Korban tewas termasuk kasus sengatan listrik, rumah ambruk, dan sambaran petir," ujar pejabat dari departemen penanggulangan bencana Bihar, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat, 11 April 2025.

Negara bagian tetangga, Uttar Pradesh, juga tidak luput dari bencana ini. Lebih dari 20 orang meninggal dunia akibat cuaca buruk yang memporak-porandakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk sektor pertanian.

Sementara itu, Nepal mencatat sedikitnya delapan korban jiwa, terutama akibat sambaran petir dan hujan lebat yang turun secara tiba-tiba. 

Menurut Otoritas Bencana Nasional Nepal, kondisi ini sangat tidak lazim karena musim hujan biasanya baru dimulai pada bulan Juni.

Menanggapi situasi ini, Departemen Meteorologi India (IMD) mengeluarkan peringatan "bahaya ganda", memperingatkan masyarakat tentang tumpang tindihnya gelombang panas ekstrem di wilayah barat dan badai petir yang melanda India bagian timur dan tengah.

“India saat ini mengalami pola cuaca yang sangat tidak biasa. Ada tumpang tindih yang signifikan antara aktivitas pra-musim hujan dan gelombang panas yang terus-menerus, sehingga penting bagi masyarakat untuk tetap mendapat informasi dan berhati-hati," kata juru bicara IMD. 

IMD juga mengingatkan bahwa bulan April ini diprediksi akan lebih panas dari rata-rata, dengan suhu yang berada jauh di atas normal di sebagian besar wilayah. 

Hal ini memperkuat kekhawatiran mengenai meningkatnya frekuensi dan intensitas fenomena cuaca ekstrem di Asia Selatan, terutama akibat perubahan iklim global.

Dalam beberapa tahun terakhir, India memang menghadapi peningkatan signifikan dalam kejadian cuaca ekstrem, mulai dari gelombang panas yang mematikan hingga pola hujan yang tak menentu.

Pemerintah dan otoritas setempat telah mengimbau warga, khususnya di daerah rawan, untuk tetap berada di dalam ruangan selama badai, menghindari genangan air, dan selalu mengikuti pembaruan peringatan cuaca guna meminimalkan risiko lebih lanjut.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat kuat bahwa adaptasi terhadap perubahan iklim dan kesiapan menghadapi bencana harus menjadi prioritas utama, baik di tingkat nasional maupun lokal.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya