Berita

Ilustrasi (Foto: Antara)

Bisnis

Keraguan Trump Angkat Rupiah, Dolar AS Lengser di Bawah Rp16.800

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 21:06 WIB | OLEH: ADE MULYANA

KEJUTAN yang menyambar di bursa saham pada sesi pertengahan pekan terkesan hanya sedikit berimbas di pasar uang global. Laporan sebelumnya menyebutkan, pelaku pasar yang berbalik tajam dengan menggelar aksi akumulasi hingga mengangkat Indeks Wall Street dalam rentang sangat fantastis akibat sentimen kejut dari Gedung Putih.

Laporan lebih jauh menyatakan, pemerintahan Trump yang akhirnya menunda penaikkan tarif hingga 90 hari untuk membuka ruang negosiasi dengan negara-negara mitra dagang AS, dimana pelaku pasar menilai sebagai langkah kompromi sementara dari Presiden Donald Trump yang sekaligus sebagai petunjuk keraguan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Namun lonjakan fantastis di bursa saham terkesan sedikit berimbas di pasar global, di mana nilai tukar mata uang utama dunia gagal melakukan gerak naik tajam. Kenaikan mata uang utama dunia terlihat hanya berada di kisaran titik tertinggi sebelum sentimen dari Gedung Putih. Sekalipun demikian, pelaku pasar di Asia mampu memaksimalkan kesempatan hingga membuat nilai tukar mata uang Asia bergerak bervariasi.


Pantauan dari jalannya sesi perdagangan juga memperlihatkan, pelaku pasar yang mendapatkan suguhan sentimen suram dari rilis data inflasi China terkini, di mana mencatatkan deflasi 0,1 persen untuk Maret lalu. Penurunan juga tercatat pada Indeks Harga produsen yang mencapai 2,5 persen, yang sekaligus mencerminkan situasi kian rentannya prospek dan kinerja perekonomian China di tengah tensi dagang AS-China.

Pantauan hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung memperlihatkan, kinerja Rupiah yang mampu konsisten menjejak zona penguatan meski tak terlalu signifikan. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah terpantau bertengger di kisaran Rp16.794 per Dolar AS setelah terangkat moderat 0,39 persen. Tinjauan juga memperlihatkan, tiadanya suntikan sentimen domestik yang tersedia memaksa pelaku pasar mengandalkan sentimen eksternal dari penundaan tarif Trump.

Sementara pada mata uang Asia lainnya memperlihatkan, kinerja Ringgit Malaysia yang moncer dengan menjadi mata uang terkuat setelah sempat melonjak hingga kisaran 0,7 persen. Penguatan agak signifikan dicetak Rupee India di tengah sentimen pasca penurunan suku bunga oleh Bank Sentral India, RBI. Sedang Dolar Singapura dan Yuan China masih berupaya bertahan di zona penguatan tipis namun rentan beralih merah. Dan Peso Filipina bersama Baht Thailand dan Dolar Hong Kong masih bergulat di zona pelemahan moderat.

Pelaku pasar secara keseluruhan kini mulai mencoba mengantisipasi sentimen rilis data inflasi terkini AS untuk menentukan arah gerak pasar lebih jauh.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya