Berita

Kolase foto Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri/RMOL

Politik

Ada Pihak yang Kebakaran Jenggot Prabowo Bertemu Megawati

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 14:44 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri diyakini ada hal penting, sensitif dan strategis yang dibicarakan keduanya. 

Namun tidak diungkapkan ke publik karena ada pihak yang tidak menghendaki pertemuan tersebut.

Hal itu disampaikan Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 alias Siaga 98, Hasanuddin, merespons adanya pertemuan Prabowo dengan Megawati di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta pada Senin malam, 7 April 2025.


"Pertemuan ini tidak hanya dimaknai bertemunya sahabat lama, atau Silaturahmi Prabowo dengan mantan presiden setelah dengan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7, Joko Widodo, akan tetapi juga bertemunya dua petinggi partai politik besar di Indonesia setelah dengan semua partai politik lainnya," kata Hasanuddin kepada RMOL, Kamis, 10 April 2025.

Hasanuddin menjelaskan, peristiwa pertemuan itu akan menegaskan kembali peran partai politik sebagai representasi kekuasaan rakyat dalam politik yang dapat saja tergerus karena sistem pemerintahan presidensial, karena dalih presiden dipilih langsung oleh rakyat, bukan oleh partai politik.
 
"Pertemuan ini tentu saja tidak silaturahmi semata, tentu ada hal penting, sensitif dan strategis dibicarakan kedua tokoh nasional ini," yakin Hasanuddin.

Sebagai sahabat lama, lanjut dia, hanya Prabowo-Megawati yang tahu. Namun hebatnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menutup hal itu dengan kalimat "Merajut Kebersamaan Untuk Indonesia Kita" untuk menutup spekulasi liar.

"Sebab, ada banyak pihak yang menantikan pertemuan ini, dan ada juga yang tidak menghendakinya. Siaga 98 berharap terhadap pertemuan ini, Prabowo-Megawati dapat mengawal agenda reformasi, demokratisasi dan pemberantasan korupsi, serta membangun kemandirian ekonomi menuju Indonesia Raya," pungkas Hasanuddin.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya