Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Greenback Reborn, Sambut Keputusan Penundaan Tarif Baru Trump

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 07:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS mengalami kenaikan setelah sempat merosot pada sesi penutupan perdagangan Rabu 9 April 2025 waktu setempat.  

Dikutip dari Reuters, Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk Yen dan Euro, bangkit kembali dari kerugian, naik 0,11 persen menjadi 102,88.

Kenaikan Dolar AS antara lain dipicu oleh pengumuman bahwa tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump akan ditunda hingga 90 hari. Penundaan ini sedikit melegakan mitra dagang tetapi menjadi boomerang bagi China. 


Dalam pengumumannya, Trump mengatakan dia telah mengesahkan jeda 90 hari dalam tarif "timbal balik" tersebut tetapi juga menaikkan tarif untuk China menjadi 125 persen, yang berlaku segera. 

Analis menyoroti penundaan ini justru melahirkan ketidakpastian. 

"Saat ini terjadi pergerakan besar di pasar, terutama pada ekuitas yang menanggapi berita tersebut dengan sangat baik," kata Amarjit Sahota, Direktur Eksekutif Klarity FX di San Francisco, dikutip dari Reuters. .

"Namun pertanyaan yang sebenarnya akan muncul adalah: mengapa kita melihat penangguhan tersebut hari ini dan apakah itu ide yang bagus? Secara pribadi, saya tidak menganggapnya ide yang bagus: jeda 90 hari hanya menciptakan lebih banyak ketidakpastian selama 90 hari," sambungnya. 

Dolar AS menguat 1,2 persen terhadap Yen menjadi 148,80, membalikkan kerugian di awal perdagangan. 
Dolar AS juga menguat 1,14 persen terhadap Franc Swiss menjadi 0,8569 Franc.

Pasar mungkin merasa lega, tetapi hanya sesaat saja. Menurut Sahota, keputusan penundaan tarif pada akhirnya hanya sebuah jeda, dan akan tetap berlaku suatu hari nanti.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya