Berita

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad/RMOL

Politik

Dasco Figur Kunci di Balik Rekonsiliasi Mega-Prabowo

RABU, 09 APRIL 2025 | 15:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Melalui tangan dingin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri pada Senin, 7 April 2025 bisa terwujud. 

Hal ini menandai babak baru konsolidasi elite nasional di tengah situasi ekonomi dan geopolitik global yang penuh gejolak.

Sekjen KOPI (Kolaborasi Patriot Indonesia), Urai Zulhendri mengapresiasi peran strategis Dasco sebagai arsitek dan aktor kunci di balik pertemuan politik tingkat tinggi ini. 


“Ditengah lanskap politik yang kerap terfragmentasi, Sufmi Dasco Ahmad menunjukkan kapasitas seorang negarawan karena mampu menjembatani dua kekuatan politik yang berhadap-hadapan ketika Pilpres bisa bertemu demi kepentingan nasional,” ujar Zulhendri dalam keterangannya, Rabu, 9 April 2025.

Menurut dia, dalam situasi seperti ini, figur seperti Sufmi Dasco Ahmad menjadi penting dan harus diapresiasi. 

“Dengan kecermatan membaca peta kekuasaan dan ketajaman intuisi politik, Dasco berhasil menginisiasi kanal komunikasi yang produktif di antara dua poros besar politik nasional,” jelasnya.

Langkah Dasco, lanjut Zulhendri memperkuat posisi Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan global sekaligus membuka jalan bagi terbentuknya Grand Coalition for National Resilience—sebuah koalisi besar yang tidak sekadar bertumpu pada kekuasaan, tetapi berorientasi pada penyelamatan ekonomi nasional dan pertahanan kepentingan strategis bangsa.

Sambung dia, Indonesia kini berada di persimpangan krisis. Dari dalam, tekanan terhadap pasar domestik terlihat nyata, IHSG terus merosot, nilai tukar rupiah melemah, dan kepercayaan investor dibayangi ketidakpastian arah kebijakan ekonomi. 

“Dari luar, bayang-bayang perang dagang dan tekanan ideologis kembali muncul seiring kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih, membawa serta kebijakan ‘reciprocal tariffs’ yang agresif,” ungkapnya.

Dalam situasi seperti ini, sinyal stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi jangka menengah menjadi sangat dibutuhkan. Pertemuan Prabowo-Megawati dipandang sebagai komitmen untuk menciptakan kepastian, baik bagi pelaku pasar, investor, maupun rakyat Indonesia.

Masih kata dia, Tarif 32 persen terhadap produk ekspor Indonesia yang baru diberlakukan oleh AS bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga soal kedaulatan kebijakan pembangunan nasional. Kebijakan seperti TKDN, kontrol ekspor Sumber Daya Alam (SDA), dan proteksi terhadap industri strategis nasional menjadi sasaran langsung retorika proteksionis AS. 

“Dalam konteks inilah, pertemuan Prabowo-Megawati menjadi lebih dari sekadar simbol. Pertemuan ini adalah manuver politik strategis untuk memperkuat fondasi kebangsaan,” ungkapnya.

“Sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati masih memegang pengaruh besar atas struktur politik dan birokrasi nasional, serta jejaring elite daerah. Dengan menjalin komunikasi dan kerja sama antara Presiden Prabowo dan Megawati, terbuka ruang konsolidasi lintas partai untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik, baik melalui penyusunan langkah respon atas kebijakan tarif AS, percepatan substitusi impor lewat hilirisasi, hingga revisi kebijakan perdagangan luar negeri yang lebih adaptif dan berdaulat,” terang dia. 

Langkah ini juga memperkuat legitimasi Presiden Prabowo di dalam maupun luar negeri. Dunia internasional mencermati bahwa Indonesia bersatu di bawah kepemimpinan sipil yang kuat, inklusif, dan berakar dalam prinsip demokrasi. Meskipun berasal dari spektrum politik berbeda, Prabowo dan Megawati menunjukkan bahwa kepentingan nasional berada di atas segala perbedaan.

Eksponen Gerakan Mahasiswa Universitas Indonesia itu menilai pertemuan Prabowo–Megawati adalah cerminan bahwa Indonesia, dalam menghadapi Bada Geopolitik, memilih jalan persatuan. Ini bukan hanya gestur simbolik, tetapi bagian dari strategi membangun national unity in times of economic war. 

“Seperti Trump yang mengusung “New Golden Era” untuk Amerika, maka inisiatif konsolidasi nasional ini bisa menjadi tonggak awal bagi lahirnya “Zaman Kebangkitan Indonesia", sebuah era baru di mana kekuatan bangsa ditentukan bukan oleh siapa lawan politik kita, tetapi oleh seberapa kuat kita mampu bersatu di dalam,” bebernya.

“Pertemuan Prabowo-Megawati ini, sangat saya apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5) atas niat baik dan pada bulan baik ke-2 tokoh bangsa bisa bertemu,” pungkas dia.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya