Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Bursa Asia Melempem di Rabu Pagi, Nikkei Jatuh 3,14 Persen

RABU, 09 APRIL 2025 | 08:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia mengawali perdagangan di Rabu pagi, 9 April 2025, dengan pelemahan. 

Dikutip dari CNBC, S&P/ASX 200 Australia turun 1,06 persen. Nikkei 225 Jepang juga merosot 3,14 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada Topix, yang menyusut 3,26 persen. Kospi Korea Selatan juga turun tipis 0,18 persen/ 


Kosdaq melemah 0,44 persen, dan indeks berjangka Hang Seng Hong Kong melemah, berada di level 19.300 menyusut dari penutupan terakhir di 20.127,68.

Pasar global sedang gelisah. Investor bersiap menghadapi tarif baru yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mulai berlaku tengah malam nanti. 

Barang-barang dari China akan menghadapi tarif kumulatif sebesar 104 persen. 

Gedung Putih mengonfirmasi, penerapan tarif tersebut kan berlaku sebentar lagi. 

Awal tahun ini, AS mengenakan tarif untuk barang-barang dari China sebesar 20 persen. Pada 2 April, bersamaan dengan pengenaan tarif ke banyak negara, AS mengumumkan pengenaan tarif 34 persen terhadap impor dari China. 

Beijing pun berontak dan membalasnya dengan memberlakukan tarif yang sama terhadap barang-barang asal AS yaitu sebesar 34 persen.

Marah dengan kenekatan China, Trump kembali menghantamnya dengan tarif 50 persen. 

Trump mengancam tarif tambahan sebesar 50 persen atas impor dari China jika Beijing tidak mencabut kebijakan tarif balasannya. 

Ancaman yang dirilis melalui platform Truth Social ini menandai eskalasi terbaru dari konflik dagang yang telah menyebabkan kejatuhan pasar saham global selama tiga hari berturut-turut. 

"China memberlakukan kenaikan tarif sebesar 34 persen meskipun saya telah memperingatkan bahwa setiap negara yang membalas terhadap AS dengan menerapkan tarif tambahan akan segera dikenai tarif baru yang jauh lebih tinggi, di atas tarif yang telah diberlakukan sebelumnya," tulis Trump dalam pernyataannya.

"Jika China tidak menarik kembali kenaikan tarif sebesar 34 persen tersebut, yang datang di atas praktik perdagangan abusive mereka selama bertahun-tahun, AS akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen yang mulai berlaku pada 9 April 2025," tegas Trump.

"Selain itu, seluruh pembicaraan dengan China terkait permintaan pertemuan mereka akan dihentikan!" tulis Trump. 

Semalam di AS, tiga indeks utama ditutup lebih rendah. Dow Jones Industrial Average turun 320,01 poin, atau 0,84 persen, dan ditutup pada 37.645,59. 

S&P 500 turun 1,57 persen hingga berakhir pada 4.982,77.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya