Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Bersikeras Minta AS Tahan Dampak Kenaikan Tarif Impor

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 15:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengundang kontroversi setelah secara resmi menerapkan tarif impor dasar sebesar 10 persen untuk semua barang masuk ke AS mulai Sabtu, 5 April 2025. 

Kebijakan ini memicu gejolak global, memukul pasar saham, dan memantik protes besar-besaran di berbagai kota Amerika.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump meminta warga Amerika untuk bersabar dan tetap teguh menghadapi dampak ekonomi dari kebijakan ini.


“Bertahanlah, itu tidak akan mudah, tetapi hasil akhirnya akan bersejarah,” tulis Trump seraya menyebut gejolak pasar sebagai bagian dari revolusi ekonomi yang menurutnya akan dimenangkan oleh AS. 

Indeks saham utama AS mencatat penurunan tajam pada hari Jumat, 4 April 2025 sehari sebelum tarif diberlakukan. S&P 500 anjlok hampir 6 persen, mengakhiri minggu perdagangan terburuk sejak pandemi 2020. 

Di Inggris, FTSE 100 turun hampir 5 persen, penurunan paling tajam dalam lima tahun. Sementara itu, bursa Asia dan Eropa juga turut terdampak.

Reaksi dari pemimpin dunia pun bermunculan. Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan keprihatinan bersama atas dampak ekonomi dan keamanan global dari kebijakan tarif AS.

“Perang dagang tidak menguntungkan siapa pun, tetapi tidak ada yang tidak boleh dikesampingkan,” demikian pernyataan bersama yang dirilis Downing Street usai percakapan keduanya, seperti dimuat BBC. 

Tiongkok, negara yang paling terdampak oleh kebijakan tarif baru AS, merespons dengan tarif balasan sebesar 34 persen atas impor dari Amerika. Beijing juga secara resmi mengajukan protes ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Washington harus berhenti menggunakan tarif sebagai senjata untuk menekan ekonomi dan perdagangan Tiongkok,” tegas Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Miliarder Elon Musk, yang saat ini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (Doge), menyarankan kemungkinan solusi dengan mengusulkan pembentukan “zona perdagangan bebas antara Eropa dan Amerika Utara.”

“Jika semua pihak sepakat, kita bisa bergerak menuju situasi tarif nol,” kata Musk saat kunjungan diplomatik di Italia.

Sejak diberlakukannya kebijakan tersebut, sekitar 1.200 demonstrasi terjadi di seluruh AS, termasuk di Washington DC dan New York pada Sabtu waktu setempat, 5 April 2025. Para demonstran memprotes kebijakan ekonomi Trump dan kekhawatiran atas perluasan kekuasaan eksekutif di bawah pemerintahannya.

Meskipun Gedung Putih belum merilis pernyataan resmi mengenai gelombang protes ini, Trump tampak difoto sambil memegang koran New York Post dengan halaman terbuka menampilkan artikel mengenai Tiongkok, gestur yang tampaknya disengaja.

Di sektor industri, dampaknya mulai terlihat. Jaguar Land Rover mengumumkan penghentian sementara seluruh pengiriman ke AS, dengan alasan perlunya adaptasi terhadap persyaratan perdagangan baru.

“Kami sedang menilai ulang rantai pasokan dan strategi distribusi kami untuk memastikan kepatuhan dan keberlanjutan,” kata juru bicara perusahaan.

Tarif tambahan hingga 50 persen dijadwalkan akan diberlakukan pada 9 April mendatang terhadap barang-barang dari negara yang disebut Trump sebagai “pelanggar terburuk” ketidakseimbangan perdagangan. 

Uni Eropa pun tak luput dari daftar, dengan tarif tambahan sebesar 20 persen dalam waktu dekat.

Kebijakan perdagangan Trump kali ini bukan hanya berdampak pada ekonomi global, tapi juga mengubah lanskap diplomasi dan menguji kesabaran rakyat Amerika sendiri.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya