Berita

Kolase foto Presiden Prabowo Subianto dan Persiden AS Donald Trump/RMOL

Politik

Hadapi Kebijakan Trump, Prabowo Perlu Rombak Kabinet

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 12:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto diperlukan untuk mengantisipasi dampak kebijakan Trump terkait tarif resiprokal 32 persen.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan Prabowo perlu merombak menteri-menterinya khususnya yang terkait masalah keuangan dan perdagangan.

"Reshuffle kabinet di bidang ekonomi, khususnya bidang perdagangan, layak dilakukan," kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu, 6 April 2025.


Menurutnya, Prabowo perlu Menteri Perdagangan yang mampu mengantisipasi dampak terburuk dari kebijakan tarif impor AS untuk menyelamatkan fiskal.

"Menteri di bidang tersebut perlu penyegaran agar dapat mengantisipasi dampak lebih jauh atas kebijakan Trump," jelasnya.

"Untuk itu, diperlukan menteri yang benar-benar kompeten di bidangnya. Selain tentunya kemampuan dalam penanganan problem solving," tutup dia.

Hingga saat ini baik di Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan belum ada langkah strategis untuk mengantisipasi kebijakan Trump tersebut. 

Bisa dibilang kinerja dua kementerian ini lambat dan penuh kegagapan, sehingga perlu dilakukan reshuffle.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya