Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Jika Ingin Ekonomi Rakyat Selamat, Pemerintah Disarankan Tak Ambisi Danantara

KAMIS, 03 APRIL 2025 | 11:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kesejahteraan ekonomi masyarakat diharapkan menjadi hal utama yang diperjuangkan pemerintah, di tengah ancaman resesi global yang menghantui negara-negara besar. 

Ekonom Ichsanuddin Noorsy menjelaskan, pengelolaan fiskal dan moneter oleh pemerintah seharusnya tidak dilakukan secara serampangan. 

Pasalnya, dia mendapati adanya pengalihan anggaran oleh pemerintah untuk investasi di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. 


Padahal, sejumlah program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto seperti makan bergizi gratis (MBG) dan pembukaan lapangan kerja, seharusnya lebih diutamakan.  

"Tanpa realokasi anggaran yang tepat, pendistribusian yang memantik berputarnya mesin perekonomian secara wajar, dan menstabilisasi fiskal-moneter, maka pemerintah sedang menunjukkan kelemahan tata kelola kepada masyarakat nasional dan internasional," ujar Ichsan kepada RMOL, pada Kamis, 3 April 2025.

Dia menyarankan, untuk menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat diperlukan tata kelola yang bijaksana oleh pemerintah. Termasuk, menunda pengalihan anggaran kementerian/lembaga untuk investasi di Danantara. 

"Jalan keluarnya, pemerintah jangan berambisi melaksanakan Danantara yang sumber dananya berawal dari realokasi APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) 2025," tuturnya. 

Di samping itu, Ichsan juga menemukan adanya kebijakan yang tidak tepat dan mengakibatkan arus keuangan negara tidak efektif untuk dimanfaatkan. 

"Sementara, penyertaan saham 7-9 BUMN tidak berarti keuntungannya langsung bisa digunakan untuk proyek investasi Danantara,"  urainya. 

Oleh karena itu, Ichsan menyarankan kepada pemerintah untuk memperhatikan Pasal 27 ayat (2) UUD 1945, yang intinya mengamanatkan tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. 

"Sebaiknya dibuat pemetaan masalah sehingga terjadi pemilahan, mana dan berapa untuk MBG dan untuk membuka lapangan kerja," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya