Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

"Liberation Day", Pasar Minyak Tak Bergairah

KAMIS, 03 APRIL 2025 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar minyak dunia bereaksi negatif terhadap pengumuman tarif baru Presiden AS Donald Trump pada Rabu, 2 April 2025. Investor khawatir kebijakan ini bisa memperburuk perang dagang global dan menurunkan permintaan minyak.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik tipis 46 sen atau 0,6 persen menjadi 74,95 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 51 sen atau 0,7 persen menjadi 71,71 Dolar AS per barel.

Harga minyak sempat naik satu Dolar sebelum akhirnya turun setelah Trump mengumumkan tarif baru untuk Uni Eropa, China, dan Korea Selatan dalam konferensi persnya.


Trump menyebut 2 April sebagai "Liberation Day" atau "Hari Pembebasan," saat tarif baru mulai diberlakukan dan berpotensi mengguncang perdagangan global. Meski begitu, dalam daftar negara yang dikenai tarif, tidak disebutkan Kanada dan Meksiko.

Seorang pejabat senior AS memastikan bahwa barang-barang yang memenuhi ketentuan Perjanjian USMCA dari Kanada dan Meksiko, termasuk minyak, tetap bebas tarif. Kanada sendiri memasok sekitar 4 juta barel minyak mentah per hari ke AS.

Analis memperingatkan bahwa kebijakan tarif Trump bisa menyebabkan inflasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memicu ketegangan perdagangan. Hal ini membatasi kenaikan harga minyak, yang sebelumnya sempat melonjak akibat pengurangan pasokan.

"Harga minyak mentah sulit menembus level 75 Dolar AS. Sekarang fokus pasar bergeser dari isu pengurangan pasokan akibat sanksi ke kebijakan tarif Trump dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi serta permintaan minyak," kata Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berhasil menenangkan pasar dengan menyatakan bahwa Meksiko tidak akan menerapkan tarif balasan terhadap AS. Komentar ini sedikit meredakan kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas antara kedua negara.

Namun, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif tambahan pada minyak Rusia dan memperketat sanksi terhadap Iran. Langkah ini adalah bagian dari strategi "tekanan maksimum" pemerintah AS untuk membatasi ekspor minyak Iran.

Di sisi lain, Rusia, sebagai eksportir minyak terbesar kedua di dunia, telah memberlakukan pembatasan baru pada ekspor minyaknya. Rusia menangguhkan pengiriman dari pelabuhan Novorossiisk di Laut Hitam, sehari setelah menghentikan pemuatan dari jaringan pipa Kaspia.

Rusia memproduksi sekitar 9 juta barel minyak per hari, atau kurang dari sepersepuluh produksi global. Pelabuhannya juga mengirimkan minyak dari negara tetangga Kazakhstan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya