Berita

Transmisi otomatis memiliki pola lurus dan zigzag/Net

Otomotif

Sama-sama Otomatis, Ini Perbedaan Tuas Transmisi Lurus dan Zigzag

RABU, 02 APRIL 2025 | 06:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Teknologi transmisi otomatis untuk mobil terus berkembang. Soal bentuknya, sebagian mobil menggunakan tuas transmisi lurus, sebagian lagi berbentuk zigzag. Apa bedanya?

Untuk transmisi otomatis lurus, biasanya berurutan dari atas ke bawah yaitu P (parking), R (reverse), N (netral), D (drive), L (low), ataupun angka 1,2 yang merujuk pada gigi rendah. Untuk transmisi zigzag, penempatannya ada di sisi atas dan bawah ataupun kanan dan kiri. 

Mengutip laman Car From Japan, Rabu 2 April 2025, transmisi lurus maupun zigzag, sejatinya memiliki tujuan yang sama. Yaitu supaya posisi kendaraan tetap dalam berada di dalam persneling. 


Namun pola zigzag dinilai lebih aman. Sebab bisa mencegah pengendara salah memasukkan gigi. Dengan demikian, pengontrolan kendaraan lebih baik. Untuk pola lurus dinilai membahayakan karena dalam satu garis, sehingga tak menutup kemungkinan pengendara salah memindahkan tuas transmisi. 

Toh seiring perkembangan teknologi, sistem transmisi mobil matic sudah dibekali dengan sistem penguncian. Membuat tuas transmisi tetap aman dan berada di gigi yang tepat.

Bentuk transmisi lurus maupun zigzag sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika lebih suka perpindahan gigi yang lebih halus, pola transmisi lurus bisa jadi opsi. Namun bila lebih suka mengontrol kendaraan, maka pola zigzag pilihan tepatnya. 

Pemilihan pola lurus ataupun zigzag biasanya berdasarkan pertimbangan tersendiri dari pabrikan, khususnya berkaitan dengan filosofi desain.

Satu hal yang pasti, dua pola ini tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja mekanis dari transmisi otomatis pada mobil. Pun soal perawatan, tidak ada perbedaan antara kedua jenis pola tersebut.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya