Berita

Jokowi-Magawati. /Net

Politik

Jokowi dan Megawati Harusnya Mencontoh Anak Prabowo

SELASA, 01 APRIL 2025 | 13:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri disarankan mencontoh putra Presiden RI Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo. Itu lantaran Didit telah bersikap lebih dewasa dalam menghadapi konflik politik antar sesama elite. 

Demikian analisa Pengamat Politik sekaligus Dosen Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Saiful Anam saat berbincang dengan RMOL, Selasa 1 April 2025. 

“Posisi politik Didiet sebagai anak Presiden sangat dewasa saya lihat, karena ia dapat mencairkan suasana ketegangan antara keluarga Mega dengan Jokowi,” kata Anam. 


Anam berpandangan bahwa Didiet terlihat lebih cair dalam menghadapi konflik elite, ketimbang Jokowi maupun Megawati. 

“Dan di situlah letak kelebihan bangunan komunikasi politik Didit,” katanya. 

Ia menilai, Jokowi dan Megawati nampak kaku dalam memainkan posisi tawar politik. Keduanya tidak ubahnya seperti perang dunia ketiga, padahal dalam politik kalah menang adalah hal yang lumrah. 

Sebelumnya, Jokowi telah menyampaikan bahwa ia tidak berencana menghadiri undangan Prabowo Subianto ke Istana Negara untuk halal bihalal. Jokowi mengaku memilih untuk tetap di Solo berlebaran bersama keluarga.

"(Ke Jakarta ketemu Pak Prabowo?) Nggak, nggak, Lebaran di sini (Solo)," katanya di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, pada Senin 31 Maret 2025.

Ketidakhadiran itu ditengarai karena Jokowi tidak ingin bertemu Megawati. 

Sementara itu, putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didit Hediprasetyo, terlihat menyambangi kediaman Megawati dalam momentum Idulfitri di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin, 31 Maret 2025.

Usai dari rumah Megawati, Didit pun langsung ke Solo untuk menemui Jokowi.

Kepada wartawan, Didit pun menyebut tujuannya menemui Jokowi merupakan silaturahmi dalam momen Lebaran.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya